[Culinary] Pondok Makan Ikan Sidat Bu Istiana di Warak Sleman


Satu lagi kuliner yang wajib kalian coba jika berkunjung ke Jogja. Namanya Pondok Makan Bu Istiana (Bu Is). Menu utamanya adalah ikan sidat!

Apa itu ikan sidat? Bagi teman-teman luar Jogja, biasanya ada yang menyebut ikan sidat dengan pelus atau moa. Di Jepang, nama lain ikan sidat adalah unagi. Ikan sidat sejenis dengan belut hanya saja ukurannya lebih besar. Ikan sidat mempunyai dua habitat, yaitu di air tawar dan air laut. Konon, sidat bisa mencapai panjang 1 meter. Tentu saja, ini jarang terjadi, soalnya belum setengah meter saja sudah diburu buat jadi lauk. Huehehe 😉

Pondok Makan Ikan Sidat Bu Istiana di Warak
Pondok Makan Ikan Sidat Bu Istiana di Warak

Lantas, apa spesialnya ikan sidat? Menurut orang Jepang, ikan sidat memiliki banyak khasiat, seperti misalnya meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan daya ingat, menurunkan kandungan lemak jahat dalam darah, menghindari penyakit aterosklerosis, dan lain-lain. Di Jepang, ikan sidat (unagi) adalah makanan termahal yang hanya disajikan untuk tamu kehormatan dan istimewa.

Terus apa hubungannya dengan Ikan Sidat di Warung Makan Bu Is di Sleman? Bu Is, awalnya hanya menjual masakan dengan menu varian ikan seperti biasa. Maklum, di sekitar desa Warak, memang terkenal sebagai kampung budidaya mina (kampung ikan). Sampai kemudian, warung Bu Is sering didatangi oleh turis asal Jepang. Turis-turis asal Jepang ini sering meminta Bu Is memasak ikan sidat untuk mereka. Tentu saja, masakan ikan sidat untuk turis Jepang taste-nya sangat berbeda dengan taste Indonesia. Orang Jepang menggunakan bumbu seminim mungkin agar khasiat ikan sidat tidak hilang. Ini berbeda dengan taste makanan Indonesia, yang umumnya menggunakan bumbu sebanyak mungkin 😉

Kadang, Bu Is dikomplain oleh turis Jepang jika hanya menggunakan bagian daging ikan sidat, sedang bagian tubuh lainnya dibuang. Buat orang Jepang, semua bagian tubuh ikan sidat sangat bernilai tinggi. Jadi jangan sampai ada bagian yang dibuang, wajib dimasak dan dimakan semuanya. Huehehe.

Yuks, kita bahas varian masakan ikan sidat seperti apa saja di Pondok Makan Bu Istiana 😉

Rica-Rica Sidat
Rica-Rica Sidat

Sidat Rica-Rica. Seporsi harganya 25ribu. Itu belum termasuk nasi putih lho. Porsinya seukuran dengan satu porsi Rica-Rica  Lele. Bisa kebayangkan gimana sedikitnya? ;-(

Soal taste, jangan ditanya dech. Rasanya bener-bener enak. Bu Is bener-bener ga pelit soal bumbu. Enak banget! Bikin ketagihan. Yang bikin sedih cuma porsinya yang sedikit banget!

Sidat Kukus
Sidat Kukus

Sidat Kukus atau Sidat Tim. Seporsi harganya 25ribu. Ini adalah satu-satunya varian masakan sidat yang terasa banget “rasa asli sidat”-nya. Kata Bu Is, biasanya yang suka pesen Sidat Tim adalah turis Jepang. Rasanya lebih amis dibandingkan makanan yang lain. Bumbunya hanya bawang putih dan garam. Kalo kalian penasaran dengan taste sidat ala orang Jepang, harus nyobain menu yang satu ini, Sidat Kukus!

Sidat Mangut
Sidat Mangut

Sidat Mangut. Seporsi harganya 25ribu. Dari semua menu varian sidat yang ditawarkan. Ini adalah favorit saya. Rasanya lebih enak daripada mangut lele ataupun belut! Pokoknya wajib coba. Recommended!

Pondok Makan Ikan Sidat Bu Istiana berlokasi di Jalan Pangeran Purboyo Kios Warak No.01 Sumberadi Mlati Sleman. Sekitar 500 meter ke utara dari pasar Cebongan. Buka tiap hari dari jam 11.00 WIB siang sampai malam. Tapi kadang, kalo ada tetangga yang hajatan atau kesripahan, warung makan ini tutup. Maklumlah, namanya juga di kampung, tugas social itu no.1 di atas tugas nyari duit. Huehehe. Biar ga nyasar, sebelum datang bisa telp dulu ke (0274) 7168468, sekedar tanya apakah hari tersebut rumah makan ini buka atau ga, juga boleh kok 😉

Kalo kalian penasaran dengan bentuk ikan sidat, di belakang rumah makan ini ada kolam yang isinya ikan sidat. Ternyata pelihara ikan sidat itu termasuk susah lho. Ikan sidat harus hidup di air bersih yang mengalir terus menerus, untuk makanan pun, ikan sidat pemilih. Hanya mau makanan yang segar dan masih hidup. Pokoknya habitatnya beda jauh banget sama lele dan belut. Makanya gizinya pun paling tinggi.

Kelebihan Pondok Makan Bu Istiana. Pertama, ini satu-satunya rumah makan di Sleman yang menu andalannya adalah ikan sidat. Kedua, masakan ikan sidat yang ada di sini menurut saya pribadi, taste-nya sangat enak, pake banget!

Kekurangan Pondok Makan Bu Istiana. Pertama, harganya mahal. Tergolong mahal buat kantong mahasiswa. Kedua, porsinya sedikit. Bayangkan sudah mahal, porsinya pun sedikit. Ketiga, kalo pengunjungnya lagi rame, pelayanannya lumayan lama. Satu-satunya yang bikin spesial, Bu Is, owner dari Pondok Makan Ikan Sidat ini sendirilah yang masak, makanya masakannya bener-bener enak dan special. Yah seperti umumnya makanan enak, harus ada proses ribet dan tidak instant. Ingat, ini bukan fastfood 😉

Overall, jika kalian liburan ke Jogja dan belum pernah nyobain menu yang satu ini. Percayalah, kalian bakal nyesel banget! Harganya memang mahal, tapi sangat recommended buat dicoba. Percayalah!

This slideshow requires JavaScript.

Happy Culinary 😉

Tulisan Terbaru:

Advertisements

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s