[Culinary] Heritage Café Jogja


Ini salah satu tempat yang bikin saya penasaran pengen dateng, tapi ga juga berkunjung karena lokasinya lumayan jauh dari rumah. Heritage Cafe berlokasi di jalan Surokasan No.24 Dusun Mergangsan Yogyakarta.

Heritage Cafe Jogja
Heritage Cafe Jogja

Lokasi Heritage Cafe tidak dipinggir jalan besar, akan tetapi ada di sebuah jalan yang lebih kecil di dekat Lembaga Permasyarakatan Wirogunan. Wirogunan sendiri diambil dari nama seorang Patih di masa Mataram Islam awal bernama Wiraguna. Jasa Wiroguna untuk Mataram sangat besar dalam memperluas wilayah Mataram hingga ke utara dan ke timur. Nah, daerah yang sekarang kita kenal dengan Wiragunan, dulunya adalah tanah keluarga Wiraguna yang berasal dari hadiah Sang Raja Mataram.

Dengan berlalunya jaman, nama daerah Wirogunan tidak dihapus. Di daerah ini, masih bisa ditemukan beberapa bangunan “lama”. Salah satunya adalah bangunan yang dipakai sebagai  Heritage Café.

Rumah yang dijadikan sebagai Heritage Café, jika siang adalah rumah yang dijadikan sebagai Jogja Heritage Society Paguyuban Pusaka Jogja. Itu sebabnya, jam operasional Heritage Café dimulai dari jam 16.00 WIB sampai dengan jam 23.00 WIB.

Yang menjadi khas dari Heritage Café, bangunan ini dikelilingi “anjang-anjang” yang dirambati bunga alamanda. Buat saya, ini sangat menarik, karena saya adalah penyuka alamanda. Alamanda adalah tanaman yang tak mengenal musim. Dia akan tetap berbunga, ga peduli apakah itu musim kemarau atau musim penghujan. Jika alamanda mekar di musim hujan, wanginya yang semerbak memang menimbulkan aroma tertentu yang menarik kumbang-kumbang datang. Tempat yang romantic ya?

Terlepas dari semua cerita di atas. Yuks, kita bahas beberapa menu yang saya coba disana 😉

Heritage Cafe Jogja
Corn Cream Soup Tempe With Garlic Bread

Corn Cream Soup Tempe With Garlic Bread. Seporsi harganya 9ribu. Rasanya yummy, sayangnya porsinya terlalu sedikit buat saya, trus rotinya kurang banyak. Huahaha. Dasar perut saya mah maunya porsi yang besar. Tapi barangkali, Corn Cream Soup Tempe-nya ini enak karena porsinya sedikit, kalo kebanyakan, jadi ga asyik lagi. Iya khan? 😉

Heritage Cafe Jogja
Tempe Cordon Bleu

Tempe Cordon Bleu. Seporsi harganya 12ribu. Ini salah satu menu andalan dari Heritage Café, konon sih Pak Bondan pernah nyicipin menu yang satu ini. Porsinya cukup besar, malah menurut saya, ga habis-habis meski saya sudah ngunyah berkali-kali. Kalo ditanya gimana rasanya, rasanya ya sangat tempe!

Heritage Cafe Jogja
Onion Ring

Onion Ring. Atau Bawang Bombay Goreng Crispy. Rasanya lumayan. Porsinya sedikit. Salah satu menu pilihan yang tidak tempe. Sayangnya, saya lupa berapa harganya 😉

Heritage Cafe Jogja
Salad ala Heritage Cafe Jogja

Salad ala Heritage Café. Saladnya cukup unyu-unyu, ada taburan tempe yang digoreng kecil garing diatasnya. Rasanya enak. Ga terlalu tempe. Cocok buat yang diet. Harganya saya lupa 😉

Heritage Cafe Jogja
Hot Capucinno
Heritage Cafe Jogja
Hot Chocolate

Untuk minuman, saya pesan Hot Cappucinno dan Hot Chocolate.

Kelebihan dari Heritage Café. Pertama, taste makanan yang ditawarkan cukup unik. Mengusung tempe sebagai bahan mentah utama dalam setiap racikan membuat café ini sangat unik, berbeda dari lainnya.

Kedua, Heritage Café menawarkan makanan dengan range harga yang sangat terjangkau bagi mahasiswa. Nah, gara-gara harga terjangkau ini, banyak mahasiswa yang rela datang jauh-jauh demi menikmati Heritage Café.

Ketiga, Heritage Café menyediakan juga ruang buat nonton Layar Tancep. Pas saya datang, Layar Tancep-nya Heritage Café lagi muter pilem Arisan 2. Lumayan seru lho, bisa leyeh-leyeh duduk, nonton sambil maem plus ketawa ngakak-ngakak bareng teman-teman se-gang 😉

Keempat, bagi yang ga seberapa suka Layar Tancep, ada beberapa permainan, yang bisa dimainkan berdua ataupun beramai-ramai, seperti Uno, Monopoli, Catur, dan lain-lain. Ada juga beberapa buku bacaan yang menarik.

Kelima, beberapa barang di dalam Cafe ini, jika diperhatikan dengan seksama memang barang-barang tua. Yang menarik perhatian saya adalah meja kasirnya. Meja kasirnya adalah mesin jahit tempo doeloe yang dijadikan meja. Hihihi. Saya malah jadi inget merk mesin jahit milik mbah putri di rumah 😉

Kekurangan Heritage Café. Menurut saya pribadi sih, tempatnya terlalu gelap. Cuma ada satu ruangan yang terang di bangunan inti rumah, selebihnya gelap. Saya ajah sampe ga bisa bedain mana Hot Cappucino dan mana Hot Chocolato ;-(

Heritage Cafe Jogja
Heritage Cafe Jogja

Bagi yang suka makan remang-remang, terutama bagi yang pacaran, Heritage Café adalah alternative yang pas buat nge-date. Tapi kalo cuman kayak saya, yang sengaja dateng buat nyicipin taste makanan, tempat yang remang membuat saya ga bisa lihat jelas apa yang saya makan. Kalo saya ga bisa lihat jelas wujudnya, menurut saya rasa makanan jadi berkurang 35% kelezatannya.

Jadi kalo saya lupa berapa harga makanan yang saya pesan atau hasil jepretan saya kurang okeh, maaf ajah ya. Pencahayaannya kurang memadai. Itu ajah, pas saya ambil photo, sudah dibantu dengan beberapa sentir yang saya minta dihidupkan lho ;-(

Nah, Heritage Café dikurangi lampu yang remang-remang, bisa dijadikan destinasi kuliner selanjutnya buat anda yang doyan banget makan tempe. Bisa ajak pacar atau gebetan buat ke sini. Tempatnya romantic. Yang penting jangan ajak pacar orang ajah buat makan disini. Huehehe.

This slideshow requires JavaScript.

Happy Culinary 😉

Tulisan Terbaru:

Advertisements

6 thoughts on “[Culinary] Heritage Café Jogja

  1. waaakkkksssss! serius ada resto yang jadiin tempe sebagai bahan dasar tiap menu? mauuukkk! aku penggila tempe, sampe-sampe mau ke warung ayam goreng pun pesennya cuma tempe pake sambel, hahahaha… thx infonya yaaa… next visit ke Jogja mau ah coba mampir 🙂

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s