[Trip] Pantai Poktunggal Tepus Gunungkidul


Pantai Poktunggal Tepus
Pantai Poktunggal Tepus (foto milik Maztrie)

Acara jalan-jalan sebelumnya, yaitu ke Pantai Timang, sebenarnya sengaja dijadwalkan karena dulu saya pernah berjanji mengajak Dika ke salah satu pantai di Gunungkidul. Setelah sering ditagih, akhirnya saya pun memutuskan mengajak Dika bertualang ke pantai Timang di Tepus Gunungkidul. Sayangnya, Dika masih punya jadwal kerja di hari sabtu, sedangkan saya hanya bisa pergi pada hari sabtu. Acara jalan-jalan ke pantai Timang memang tetap berjalan, tapi tanpa Dika.

Beberapa waktu yang lalu, saya pun berusaha memenuhi janji mengajak Dika ke salah satu pantai di Gunungkidul, pilihannya jatuh pada pantai Poktunggal di Tepus. Namanya juga jalan-jalan, lebih asyik kalo rame-rame. Saya pun menghubungi beberapa teman (yang rasanya, juga saya janjikan hal yang sama dengan Dika). Tapi (lagi-lagi) semua teman saya sibuk! Satu-satunya yang bersedia turut serta adalah maztrie. It’s ok lah, bertiga-pun acara tetap jalan!

Kalo dari pengetahuan saya, Dika dan Maztrie belum pernah diajak mblusukkan ke daerah Purwodadi Tepus. Makanya sengaja saya pilihkan rute lewat Pathuk – Semanu – Purwodadi (Tepus) lalu baru ke pantai Poktunggal.

Mencari pantai Poktunggal ga terlalu sulit, sudah ada plang besar di pinggir jalan. Kami tinggal mengikuti petunjuk arah tersebut. Jalan menuju pantai Poktunggal memang bukan jalan yang bagus, jalan yang sangat jelek bagi mereka yang baru pertama kali mblusukkan ke dusun-dusun yang ada di Gunungkidul. Tapi buat saya, jalan menuju pantai Poktunggal sudah lumayan bagus kok. Beberapa hari sebelumnya, motor saya sudah merasakan dahsyatnya jalan menuju pantai Timang. Melihat kondisi jalan ke pantai Poktunggal, saya hanya bisa berkata bahwa, “kondisi jalan ini jauh lebih manusiawi!” 😉

Pantai Poktunggal merupakan salah satu pantai yang “baru” dikembangkan oleh warga sekitar Tepus. Sekitar awal tahun 2012 ini, banyak media dan blogger yang menulis tentang pantai Poktunggal. Di tambah lagi social media turut mempopulerkan dalam rangka liburan ke Jogja. Jadilah pantai Poktunggal menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang sedang berkunjung ke Jogja.

Hampir sama dengan pantai Timang, masuk ke pantai Poktunggal belum ada retribusi. Bedanya di pantai Poktunggal sudah banyak lahan yang dijadikan parkir ber-biaya dan ramai warung makan. Bahkan cuma buat pipis saja, saya diminta membayar 5ribu buat dua orang! Wah kok mahal banget ya ;-(

Ciri khas pantai Poktunggal ada pada pohon duras di pintu masuk. Pohon ini sangat terkenal sekali, gitu kata tukang parkir yang saya ajak ngobrol. “Semua orang mem-foto pohon ini, mbak!”. Saya pun manthuk-manthuk mendengar penjelasan mereka.

Pantai Poktunggal Tepus
pohon duras yang menjadi ciri khas dari Pantai Poktunggal Tepus

Selain pohon duras, pantai ber-pasir putih yang landai memanjang dan dipenuhi payung berwarna-warni menjadi kelebihan dari pantai Poktunggal. Duduk di bawah payung sambil nyeruput kopi, membuat suasana pantai Poktunggal menjadi surga dunia yang mengingatkan saya pada nikmatnya pantai-pantai ber-pasir putih di Gili Trawangan Lombok.

Jika air sedang surut, di pantai Poktunggal kalian bisa berburu siput, rumput laut, bintang laut, dan bermacam-macam hewan lainnya yang masih alami. Pokoknya sangat menyenangkan!

This slideshow requires JavaScript.

Kekurangan dari pantai Poktunggal adalah makin hari pantai ini makin ramai, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Yang jadi ketakutan saya, suatu saat kelak dengan semakin ramainya pantai Poktunggal, kelak pantai ini akan seperti pantai Baron yang kotor. Menakutkan sekali, jika semua keindahan ini akan rusak oleh tangan-tangan manusia yang membawa sampah. Entahlah. Semoga saja tidak!

Menyusuri tepian pantai di Poktunggal ke arah barat, saya dan Dika menemukan pantai lain yaitu pantai Goa Lawang Watu. Kaget juga sich! Soalnya kalo di susuri lebih jauh, di sebelah barat pantai Goa Lawang Watu adalah pantai Indrayanti yang tersohor itu. Waduh, kalo gini, jangan-jangan semua pantai sudah saya susuri dan tidak ada yang tersisa untuk petualangan selanjutnya! Huahaha sombong banget ya 😉

Setelah lelah menelusuri pantai, kami pun segera pulang ke Jogja. Sengaja waktu itu memilih pulang lewat jalan raya Baron. Memasuki area Wonosari, kami menemukan keramaian di pinggir jalan, ternyata orang-orang sedang asyik berfoto di Goa Ngingrong. Awalnya terdengar seperti Goa Winong. Setelah beberapa kali datang, ternyata saya baru tau, kalo goa tersebut bernama Goa Ngingrong.

Goa Ngingrong terletak di dasar lembah Mulo. Untuk sampai ke goa, harus menuruni lembah sedalam 70meter. Ujung Goa Ngingrong adalah goa di sebrang jalan Wonosari-Tepus, diantara hutan jati, kalo diperhatikan ada sumber mata air, yang merupakan ujung dari goa di dasar lembah Mulo ini. Kok saya bisa tahu? Huhehe. Kebetulan teman kantor ada yang hobby mblusukkan ke dalam goa, makanya dapet cerita ini 😉

Dari kawasan lembah Mulo tersebut, kami memilih pulang ke Jogja lewat Kecamatan Saptosari, lebih jauh sich. Tapi saya memang berniat mengajak teman-teman menelusuri keindahan hutan kayu jati dan hutan kayu putih di kawasan Paliyan. Kamipun berhenti sebentar di beberapa lokasi untuk mengambil gambar. Saya menunjukkan jalan-jalan yang dulu saya sering lewati dan beberapa kali seringnya malah kemalaman di jalan. Dulu karena kegiatan penelitian PKM, saya jadi sering banget mblusukkan di Gunungkidul. Saya punya banyak cerita pengalaman malam-malam naek motor dari Kota Wonosari menuju Kecamatan Saptosari melewati Paliyan yang sepanjang jalan isinya hanya hutan jati yang tak berlampu jalan, jika senja datang maka jalan pun dipenuhi kabut, membuat cerita kemalaman menjadi sebuah cerita seram!

Kami pulang lewat Siluk Bantul, kondisi jalan yang menurun dan cukup curam membuat acara naek motor menjadi menyenangkan. Ditambah hari yang kian senja membuat perjalanan di tanah berbukit semakin istimewa karena kami seperti berpacu dengan cahaya. Tak lupa, acara jalan-jalan kali ini, kami akhiri dengan makan malam di sate Pak Pong jalan Imogiri. Kami memesan sate klatak dan tongseng otak sebagai penyempurna hari  ini. Perjalanan yang menyenangkan ya?

Pantai Poktunggal Tepus
Pantai Poktunggal Tepus (foto milik Maztrie)

Selamat Berpetualang 😉

Tulisan Terbaru:

Advertisements

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s