Top 10 to do in Kintamani Bangli Bali


Kintamani adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bangli, selain Susut, Tembuku dan Bangli. Dari ke-4 kecamatan tersebut, Kintamani adalah salah satu daerah tujuan pariwisata yang paling popular di Bali. Meski tidak memiliki pantai, Kintamani memiliki kedahsyatan yang sangat ampuh, Gunung Batur dan Danau Batur. Gunung Batur memiliki salah satu kaldera yang terbesar dan terindah di dunia, di dalam kaldera inilah terdapat Danau Batur yang eksoktik karena berbentuk bulan sabit. (Sumber: Wikipedia)

Hasil dari berkunjung ke Kintamani, saya membuat list 10 hal yang tidak boleh kalian lewatkan saat berkunjung ke tempat yang keren ini.

Yuks, kita bahas satu per satu! 😉

1. Mountain dan Lake View di Kedisan

Gunung Batur
Gunung Batur dari Penelokan

Karena subyek utama dari Kintamani adalah Gunung Batur.  Jadi bisa dibilang, inilah pusat sekaligus daya magnet dari semua perekonomian, kebudayaan, pariwisata bahkan kehidupan spriritual warga sekitar. Gunung Batur adalah gunung berapi yang tertinggi kedua setelah Gunung Agung. Gunung Batur memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 km dan merupakan salah satu yang terbesar dan terindah di dunia (Sumber: Wikipedia).

Keindahan dari Gunung Batur diabadikan beberapa kali dalam karya sastra semisal Ootswaarts (1923) yang jika diterjemahkan berarti “Ke Timur”, sebuah buku yang ditulis oleh Louis Couperus (1863-1923), seorang novelis taraf internasional. Bahkan Sutan Takdir Alisjahbana dari angkatan Pujangga Baru pun jatuh cinta dengan keindahan Gunung Batur ini. Yang terbaru adalah novelis dunia Elizabeth Gilbert yang menceritakan perjalanan cintanya, dalam novel nya yang sangat terkenal “Eat Pray Love”, juga tak melewatkan keindahan Gunung Batur. Novel bestseller ini pun diangkat menjadi film dengan judul yang sama dan dimainkan oleh Julia Roberts, membuat keindahan Gunung Batur menjadi semakin popular.

Lantas apa menariknya pemandangan sebuah gunung? Tentu saja, Indonesia memiliki banyak pemandangan gunung yang eksotik, tapi Gunung Batur memiliki keindahan yang unik. Kombinasi antara hamparan bebatuan hitam yang berasal dari lahar dingin dengan lembah yang dipenuhi tanaman hijau serta Danau Batur yang yang berbentuk bulan sabit berwarna biru merupakan pemandangan yang pantang dilewatkan begitu saja.

Dulu, yang sangat terkenal adalah mountain view yang berada di jalan raya Penelokan. Penelokan (bahasa Bali) yang berarti tempat untuk melihat-lihat dianggap sebagai lokasi terbaik untuk menikmati keindahan Gunung Batur. Tapi saat ini oleh pemerintah daerah telah dibangun banyak mountain view. Sehingga wisatawan semakin dimanjakan dengan spot-spot menarik untuk lebih menikmati Gunung Batur. Rata-rata mountain view terletak di desa Kedisan, salah satu desa di Kecamatan Kintamani yang terdekat dengan Gunung dan Danau Batur.

Saya menempatkan mountain dan lake view di Kedisan diurutan nomer 1, karena ini adalah hal yang paling umum dilakukan di Kintamani jika kalian baru datang pertama kali. Selain itu, karena berwisata dengan cara ini masih belom dipungut biaya, alias gratisss! 😉

2. Wisata Kuliner di Kedisan

Selain menikmati keindahan Gunung dan Danau Batur, berwisata kuliner adalah hal yang paling banyak dilakukan di tempat ini. Ada dua alternative, pertama berkuliner di sepanjang jalan raya Penelokan yang berderet resto. Atau pilihan kedua, berkuliner di resto terapung di pinggir Danau Batur.

Dimanapun pilihan kalian, percayalah berpetualang kuliner di kedua tempat tersebut menjanjikan pengalaman berbeda lengkap dengan atmosfer yang tak terlupakan. Saran saya, bawa uang lebih dari cukup untuk menikmati wisata kuliner di tempat ini 😉

3. Desa Trunyan

Gunung Batur dilihat dari desa Trunyan
Gunung Batur dilihat dari desa Trunyan

Mengunjungi desa Trunyan adalah hal wajib yang biasanya dilakukan oleh wisawatan yang baru pertama kali ke Kintamani. Trunyan adalah sebuah desa yang terkenal karena memiliki cara berbeda dalam tata cara mengubur jenasah. Masyarakat Trunyan biasanya hanya meletakkan jenasah dibawah pohon Teru Menyan, tanpa menguburkan. Pohon Teru Menyan inilah yang akan menyerap aroma pembusukkan dari jenasah sehingga tidak ada bau sama sekali meski proses pembusukkan sedang berlangsung secara alamiah. Nama Teru Menyan ini jugalah asal mula nama desa Trunyan.

4. Pura Batur

Hal selanjutnya yang tak boleh dilewatkan adalah berkunjung ke Pura Batur. Hampir sama dengan pura yang berada di Danau Beratan, pura yang berada di Danau Batur juga dipersembahkan bagi Dewi Danu, Dewi yang dipercayai sebagai penguasa air.

Awalnya, Pura Batur terletak di sebelah barat daya Gunung batur, hingga kemudian terjadi letusan yang dahsyat pada 2 Agustus sampai 21 September 1926, Pura Batur harus dipindahkan ke bagian atas karena letusan Gunung Batur membuat aliran lahar panas yang menimbun Desa Batur Tua dan Pura Batur. Jadi jika kalian mengunjungi Pura Batur, maka yang kalian kunjungi adalah Pura Batur dan Desa Batur yang baru.

5. Kungkum di Pemandian Air Panas di Toya Bungkah

Sudah puas jalan-jalan? Kalo kalian merasa capek, mari mampir dulu ke Toya Bungkah. Toya Bungkah adalah desa yang terletak di kaki Gunung Batur. Di sini ada banyak sekali tempat yang menyewakan tempat berendam air panas sambil menikmati birunya Danau Batur. Tentu saja untuk mendapatkan tempat berendam dengan view paling apik, kalian harus rela membayar dengan harga yang sepadan. Beberapa tempat menyewakan tempat sekitar 150ribu per orang, biasanya kalo turis asing malah bisa lebih mahal lagi.

Nah kalo kalian kayak saya, yang cuman iseng-iseng pengen nyobain berendam air panas doank, cukuplah ambil yang harga standar saja, missal 25ribu per orang. Udah cukup kok! Lagipula khan ga mungkin kalian seharian berendem air panas, bisa lonyot itu kulit 😉

Toya Bungkah juga menyewakan penginapan jika kalian berminat bermalam. Jika sedang beruntung, selalu ada pertunjukkan kesenian di malam hari. Toya Bungkah juga terkenal karena terdapat Balai Seni Toya Bungkah, yang menurut info nya didirikan oleh Sutan Takdir Alisjahbana, seorang pujangga Angkatan Baru yang sangat terkenal dalam sejarah Dunia Sastra Modern Indonesia.

6. Trekking dan Sunrise di Puncak Gunung Batur

Jika kalian bermalam di daerah Kintamani, trekking ke Puncak Gunung Batur tentu tidak boleh dilewatkan. Tentu saja, selain butuh biaya khusus, kalian butuh fisik yang kuat. Biasanya wisawatan asing sangat menyukai acara trekking ini. Saya sendiri belum pernah mencoba, tapi terakhir saya ke Kintamani, saya bertemu dengan rombongan turis yang membawa kamera-kamera super keren untuk ikutan trekking ke Gunung Batur. Kata pemandunya, klimaks dari acara trekking ini adalah sunrise di puncak Gunung Batur. Keren ya? 😉

7. Bersepeda Keliling Kintamani (Fun Bike)

Ternyata yang jadi favorit wisatawan di daerah Kintamani selain trekking ke Puncak Gunung Batur adalah fun bike keliling Kintamani. Yah ga bisa dianggap keliling Kintamani juga sich. Soalnya kebanyakan yang dilewati adalah daerah yang ga jauh-jauh dari Gunung Batur, missal rute dimulai dari Buahan/Kedisan – Batur Tengah – Pura Batur – desa Kintamani – Puncak Gunung Penulisan, rute berakhir di Pura Tegeh Kuripan di Gunung Penulisan. Meski jalannya beraspal halus tapi jalannya menanjak. Bagaimana dengan saya? Ah saya pilih sewa sepeda motor saja ya. Saya ga sanggup kalo disuruh melewati semua rute naik sepeda onthel. Bisa pingsan di tengah jalan! ;-(

8. Pura Tegeh Kuripan

Pura Tegeh Kuripan terletak di sebelah barat Gunung Batur, tepatnya di Gunung Penulisan, di sebelah utara dari Pura Batur (baru). Puncak Gunung Penulisan sekitar 2000 meter diatas permukaan laut. Tegeh Kuripan (bahasa Bali) berarti adalah kehidupan yang teguh. Mungkin karena hal tersebut, pada jaman dulu, pura ini menjadi tempat bersemedi bagi para raja di Bali untuk memperoleh keteguhan lahir dan bathin.

Pura ini dipercaya sebagai pura asli dari masyarakat Bali Aga. Masyarakat Bali Aga adalah masyarakat Bali asli sebelum Majapahit menguasai Bali. Ini terlihat dari bentuk bangunan pura yang tidak seperti pura Bali yang pada umumnya telah kita kenal. Penasaran? Kalo begitu, kalian wajib datang ke pura ini!

9. Kopi dan Jeruk Kintamani

Ada dua hal yang khas Kintamani. Pertama, kopi Kintamani. Dan yang kedua, adalah jeruk Kintamani. Jika kalian berkunjung ke Kintamani, jangan lupa mampir ke caffee-caffee yang berada di sepanjang jalan dari arah Kota Denpasar menuju Kintamani. Kopi Kintamani adalah kopi jenis robusta. Ini terlihat dari bau khas kopi yang menyengat pada saat kopi diseduh. Kopi robusta juga khas dengan rasa asam yang tinggi. Jadi hati-hati ya buat pengidap asam lambung tinggi.

Kebun kopi di sepanjang jalan menuju Kintamani ini jadi menarik karena kalian bisa menikmati kebun kopi secara langsung, bisa secara langsung melihat buah kopi, cara memetiknya, cara menjemurnya, cara meng-oven nya (jika masih tradisional maka kopi disangrai), hingga cara menggilingnya. Selain bisa menikmatinya secara langsung, kalian juga bisa membeli bubuk kopi sebagai oleh-oleh.

Selain kopi, ada juga jeruk Kintamani. Memang kebun kopi dan kebun jeruk biasanya ditanam bersebelahan. Ini juga umum dilakukan di Lampung dan Palembang. Ini namanya sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali mampir ke kebun, dapet kopi juga dapet jeruk 😉

Saran saya, hati-hati kalo disuruh petik sendiri ya, soalnya kadang di pohon jeruk juga ada ular kecil yang biasanya bisa berubah warna menyerupai warna batang. Ga mau khan, gara-gara keasyikan petik jeruk, trus digigit ular? Huehehe.

10. Anjing Kintamani

Buat para dog lovers, berburu anjing Kintamani merupakan keasyikan tertentu. Anjing ras asli Kintamani yang berasal dari daerah pegunungan Kintamani ini telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu anjing local yang berkualitas Internasional. Kelebihan lainnya, anjing Kintamani ini terkenal sebagai anjing penjaga yang sangat setia kepada majikannya. Berminat memelihara anjing Kintamani?

Nah, ini adalah 10 hal yang tidak boleh kalian lewatkan saat berkunjung ke Kintamani. List ini saya buat berdasarkan hasil kunjungan beberapa bulan yang lalu ke Bali. Semoga setelah tulisan ini di posting, ada beberapa orang yang rela menyumbangkan ide-ide lain yang bisa kita lakukan di Kintamani 😉

Selamat Berpetualang!

Tulisan Terbaru:

Advertisements

2 thoughts on “Top 10 to do in Kintamani Bangli Bali

  1. Favorit saya yang no :

    “5. Kungkum di Pemandian Air Panas di Toya Bungkah”

    “6. Trekking dan Sunrise di Puncak Gunung Batur”

    paling enak sih trekking buat cari sunrise, abis itu turunnya berendam air panas 🙂

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s