[Trip] Goa Pindul


Setelah mblusukan ke Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk, perjalanan kami lanjutkan ke Wisata Alam Goa Pindul. Dari desa Bleberan kami mengambil arah Wonosari. Jika dari arah selatan, ikuti saja jalanan beraspal ke utara hingga mencapai pertigaan kantor Kelurahan Gading, lalu pilih jalan ke utara lagi hingga sampai di Bunderan Siyono. Di sekitar bunderan Siyono, kami mampir dulu untuk makan siang di salah satu Rumah Makan Padang.

Setelah perut kenyang, perjalanan kami lanjutkan ke arah utara, ke arah desa Bejiharjo. Jika kalian bingung, maka ini arahnya:

Jika dari Yogyakarta, rute normal: lewat jalan Yogya Wonosari-Bukit Bintang-Bunderan Siyono belok kiri-Perempatan Grogol belok kiri-masuk Desa Bejiharjo.

Kalo mau lewat rute wisata: lewat jalan Yogya Wonosari-Bukit Bintang-Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran-Desa Wisata Bobung-Sambipitu-Rest Area Bunder-Bunderan Siyono belok kiri-Perempatan Grogol belok kiri-trus masuk Desa Bejiharjo.

Sebenarnya dari Jogja arah ke Goa Pindul ini sangat mudah, cukup temukan bunderan Siyono lalu belok kiri, lurusss saja! sampai temukan perempatan dengan lampu merah dan plang hijau besar penunjuk jalan ke arah Desa Bejiharjo, belok kiri ikuti jalan. Di sepanjang jalan, banyak kok penunjuk jalan menuju Goa Pindul. Jika tidak yakin, ya tanya saja ke rumah penduduk ato warung, hampir semua warga desa sudah tau kalo kita tersesat disana, pasti sedang menuju Goa Pindul.

Jangan kaget, di sepanjang jalan, banyak anak muda yang mau mengantarkan kita untuk menuju ke Goa Pindul secara gratis 😉 tapi setelah saya tanya-tanya dan ngobrol ngalor ngidul ke beberapa petugas yang bekerja di desa Wirawisata Goa Pindul, ternyata para petugas inilah yang memberi tips ke anak-anak muda tersebut.

Menurut para petugas, mereka “memilih” untuk memberikan tips secara langsung ke anak-anak muda tersebut, daripada anak-anak muda tersebut yang meminta kepada kita (para pengunjung) dengan harga yang tidak normal. Ini dilakukan demi menjaga citra Wisata Alam Goa Pindul. Salut!

Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul

Nah, kalo kalian bener-bener ngerasa bingung untuk mencapai Goa Pindul, ada baiknya membaca website wirawisata Goa Pindul dulu, ato meng-kontak mas Budi Hardiyanto di 085328143888 atau 081804396631 (pin BB: 2a3e5020). Pas kemaren saya nulis status di twitter mau jalan-jalan ke Goa Pindul, langsung dapat retwitt dari twitter wirawisata.

Wisata Alam Goa Pindul
kesibukan di Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul
kesibukan di Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul

Usut punya usut, ternyata yang jadi admin di twitter itu namanya mas Daryono. Orangnya kurus tinggi dan ramah banget. Mas Daryono kemana-mana bawa kamera dan topi ala duta SO7, kayaknya dia emang satu-satunya fotografer disana. Bahkan kami sempet ngobrol tentang pariwisata di Gunungkidul sampai hampir maghrib.

Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul

Dari mas Daryono, kami jadi tau kalo ternyata para pengunjung Goa Pindul dari luar kota bisa kok minta dijemput di alun-alun Wonosari, nanti bakalan dijemput dengan bus khusus milik wirawisata, gratis!

Kenapa namanya Wirawisata? ternyata pengelola Desa Wirawisata itu adalah pemuda Karangtaruna dari dusun Gelaran II desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo. Jadi, ini usaha bersama warga dusun sekaligus meng-padatkarya-kan warga buat bekerja halal sambil menjaga alam dan nama baik Desa Wisata Goa Pindul. Keren kan? Ohiya, jangan takut, para petugasnya itu udah terlatih kok, dan yang penting karena mereka itu warga lokal yang lahir dan besar disana, yah bisa juga dijuluki sebagai yang mbaurekso Goa Pindul. huehe!

Berhubung jaman PKM saya pernah (juga) tinggal di Karangmojo, jadi sedikit banyak ngerti juga tentang beberapa kisah disana. Goa Pindul ini termasuk sebagai tempat wisata baru dari Kecamatan Karangmojo, baru 4 bulan di populerkan sebagai tempat wisata untuk umum. Dulu kalo mblusukan dalam goa ga bakal dipungut biaya retribusi, beda dengan sekarang. Objeknya sendiri adalah penelusuran goa sepanjang 300 meter dengan menggunakan alat pelampung ban.

Pengelola menyediakan peralatan serta pemandu untuk penelusuran goa. Untuk paket standar “penelusuran Goa Pindul”, tarif yang diberikan 25ribu rupiah dengan fasilitas berupa pemandu, peralatan (baju pelampung, ban, dan sepatu) serta segelas wedang jahe panas. Selain itu pengelola juga menyediakan paket tambahan bagi wisatawan yang menginginkan paket outbond ataupun homestay berupa rumah khas penduduk dengan dinding bambu, pemancingan dan rumah makan.

Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul

Memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk melakukan penelusuran goa ini. Pengunjung akan dibagi dalam beberapa kelompok, setelah dipasangkan beberapa peralatan safety, pengunjung akan dibriefing dulu oleh para pemandu. Kebetulan kemaren pada saat kami melakukan penelusuran Goa Pindul, kelompok kami mendapatkan pemandu Mbah Bardi dan Mbah Piyar. Orangnya lucu dan ramah. Sepanjang perjalanan jadi penuh gelak tawa 😉 udah gitu cukup sabar dengan kami yang banyak mau dan suka heboh sendiri!

Wisata Alam Goa Pindul
Mbah Bardi dan Mbah Piyar pemandu kami

Bagi kalian yang takut dengan penelusuran goa, tenang kok semua aman kalo pake baju pelampung meski kita ga bisa berenang tetap akan mengapung, dengan catatan baju pelampung terpasang kuat di badan. Ohiya, semua barang-barang berharga ada baiknya disimpan didalam tas, dan diletakkan di tempat penitipan barang dengan biaya 1000 rupiah.

Wisata Alam Goa Pindul
tempat penitipan barang-barang berharga

Kalo mau bawa kamera, boleh-boleh ajah tapi dari awal udah dikasih tau kalo ada resiko jatuh ke dalam air pas di dalam goa, maka barang harus diikhlaskan hilang, karena ga ada yang bakal mengambil ke dalam goa dengan kedalaman air antara 8 hingga 13meter.

Gimana kalo kamera basah? kami dibagikan plastik kresek bening untuk membungkus kamera guna meminimalisir kamera basah akibat terciprat air. Jadi begitulah, dengan baju pelampung berwarna mencolok, sepatu karet berwarna putih, ban pelampung, kamera terbungkus plastik, aktivitas susur goa pun dimulai!

Wisata Alam Goa Pindul
briefing oleh pemandu sebelum penelusuran goa dimulai
Wisata Alam Goa Pindul
sebelum penelusuran Goa Pindul dimulai

Mengikuti penelusuran Goa Pindul, masuk ke dalam mulut goa kita memasuki zona pertama, yaitu zona terang. Di zona ini kita masih bisa menyaksikan keindahan dalam goa dengan jelas yaitu stalagtit, kelelawar dan ornamen batu. Perjalanan ke mulut goa dengan lebar sungai sekitar 5 meter dengan kedalaman hampir 8 meter, jadi makin seru dan menantang.

http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html
pintu masuk Goa Pindul (foto milik wirawisata Goa Pindul)
Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul

Usai zona pertama, kita masuk ke zona kedua yaitu zona remang, kondisi cahaya yang semakin berkurang membawa kita menuju pertengahan Goa Pindul. Di zona remang sudah terdapat fenomena yang beda dengan zona sebelumnya, yaitu jenis kelelawarnya dan stalagtit yang berbeda.

Nanti kita bakal ditunjukkan sebuah lubang di atap Goa Pindul, yang ternyata merupakan lantai dari rumah yang di jadikan sebagai Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul. Jadi letak Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul itu tepat diatas Goa Pindul.

Kalo cerita dari mbah Bardi –pemandu kami– kelelawar itu kalo lagi pipis dalam posisi badan terbalik, jadi kaki diatas dan kepala dibawah. Nah lho? pertanyaannya: “kalo gitu pas pipis, semua badannya jadi basah karena air kencing dunks?”. Huaha. Kita jadi ger-gerrr-an didalam goa.

Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul

Selain pemandangan kelelawar yang bergelantungan, kita juga bisa ngeliat atap Goa Pindul yang kayak lukisan. Jadi inget pelajaran tentang abris sous roche, manusia-manusia purba yang hidup di goa dengan lukisan merah di dinding 😉 cihuuuyyy petualangan di dalam goa jadi semakin asyik!

Nah, penelusuran dilanjutkan ke zona ketiga yaitu zona gelap abadi, dimana memang sudah tidak ada terlihat cahaya lagi. Hanya mata dari kelelawar dan suara khas di dalam goa serta gemericik air yang terdengar. Pada saat kita di dalam zona gelap abadi, oleh mbah Bardi dan mbah Piyar –pemandu kita– senter di helm kepala dimatikan. Untuk sesaat kita mengheningkan cipta, berdoa sambil mensyukuri anugerah Tuhan. Nice banget yaks 😉

Info tambahan ya? Di dalam goa, ada sebuah stalagtit jantan, konon barang siapa mengelus-elus akan jadi perkasa 😉 ini buat cowok. Ada juga stalagtit puting masih aktif, katanya kalau minum tetesannya akan menjadi subur bagi wanita dan efek airnya pun juga menambah cantik ;). Ada juga stalagtit dan stalagmit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia. Butuh 5 orang untuk melingkarinya, konon celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja.

Keindahan semakin bikin wow, pas kita ditunjukkan batu kristal yang masih hidup. Haduwh keren banget! Kata pemandu kami, soalnya diatasnya ada tanaman (yang aku lupa namanya) nah tetesan air dari akar tanaman tersebut meresap kedalam tanah yang berbatu karst, sehingga menghasilkan keajaiban alam kayak gitu. Trus saya sempet nanya, “kalo dijual mahal ga mbah?”. Jawabannya “mahal dunks, tapi itu kan dilindungi mbak. Ada kok petugas dari pemda yang selalu meninjau!”.

Di beberapa lokasi, juga ada beberapa stalagtit yang bentuknya mirip banget sama tirai, makanya namanya batuan “tirai”, batuan ini merupakan stalagtit yang tersusun dari tetesan air di dinding goa.

for your information, stalagtit ataupun stalagmit yang airnya masih menetes ada baiknya jangan disentuh meskipun diperbolehkan oleh pemandunya. Kata temen-temen yang kuliah di jurusan geografi dan pencinta alam, sentuhan tersebut akan mematikan pertumbuhan stalagtit ataupun stalagmit.

Sebelum keluar dari goa, kita akan melihat cahaya dari goa njomplang (goa terbalik). Goa Njomplang yang dimaksud sebenarnya adalah sebuah lubang besar dilangit-langit Goa Pindul. Kalo dilihat dari permukaan tanah,  sebenarnya itu luweng yang biasanya terdapat pada jenis tanah ber-karst.

http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html
Goa Njomplang (foto milik Wirawisata Goa Pindul)

Setelah basah kuyup kedinginan. Akhirnya kita keluar dari sisi lain mulut goa dan pemandangan luar pun terlihat. Sayangnya, selama mengikuti penelusuran Goa Pindul, tangan kami harus berpegangan erat agar tak terlepas, alhasil susah buat motret didalam goa, ndilalahnya bisa motret, eh karena kebungkus plastik, hasil jepretan jadi ga okeh plus saya lupa setting kamera untuk night mode. Jadi bener-bener ga punya dokumentasi tentang langit-langit goa. Tapi kalo kalian mau, lain kali jika kalian ikut penelusuran Goa Pindul lebih baik menyewa jasa fotografer saja sebesar 85ribu rupiah.

http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html
pintu keluar Goa Pindul (foto milik Wirawisata Goa Pindul)
Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul
Wisata Alam Goa Pindul

Masih dengan pakaian basah kuyup, kita menunggu mobil yang akan menjemput kita untuk kembali ke Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul. Sambil menunggu mobil jemputan, mbah Bardi dan mbah Piyar –pemandu kita– bercerita tentang legenda Goa Pindul.

Masyarakat sekitar percaya, kalo Goa Pindul berasal dari legenda Nogogini yang mencari putranya. Si Nogogini (yang namanya juga ular naga panjangnya) menerobos tanah, makanya di Gunungkidul banyak goa-goa didalam tanah. Cerita ini mengingatkan saya dengan legenda terbentuknya Bledug Kuwu.

Nah mata air dari Goa Pindul mereka percaya sebagai air mata dari Nogogini yang tak menemukan anaknya. Nama “pindul” sendiri berasal dari kata “pipi nyundul” 😉 huehe unik ya legendanya?

Wisata Alam Goa Pindul
mobil yang mengantar kami kembali ke Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul

Oleh mobil jemputan kami diantarkan sampai ke Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul. Setelah mandi dan berganti baju bersih, kami diberikan segelas wedang jahe panas ;). Oleh mas Daryono, kami malah sempet diajak cerita tentang wayang beber yang khas Karangmojo, eh kalian tau ga? di Kecamatan Karangmojong, kalo pas acara bersih desa terkenal dengan upacara Cingcing Guling lho. Upacara ini terkait dengan cerita asal usul orang Gunungkidul yang percaya kalo mereka adalah keturunan Majapahit. Untuk cerita yang ini, dibahas kapan-kapan saja ya. Sore itu, berhubung kami sudah kelelahan jalan-jalan seharian, kami pun segera pulang kembali ke Jogja. Sampai jumpa di jalan-jalan selanjutnya 😉

–Selamat Jalan Jalan–

Tulisan Terbaru:

Advertisements

16 thoughts on “[Trip] Goa Pindul

    1. di comot dari blog-nya wirawisata, tanpa melupakan nama sumber-nya 😉
      ngemeng2 susah lhooo ambil photo di dalam goa pindul, tanpa mengabaikan perasaan was-was kamera kecemplung ke dalam air atau basah

  1. wah apik mbakkk,,,, kemaren sempet rasan2 sama temen2 mau kesana,,ki malah wes kedisikan,,hohoho..tapi sing dadi pertanyaanku,,kui pelampung ban’e nek go aku tetep iseh iso ngambang ora yo -_-?

    1. harus harus! ayooo segera-lah mbolang kesana, ga akan rugi, disarankan untuk datang pada hari senin-jumat, pada hari sabtu-minggu sangaaattt ramai! bisa ketemu ratusan orang, jadi mengurangi ke-khusuk-an menikmati keheningan ciptaan Tuhan 😉

  2. iki mbak e mesti pas thb bahasa indonesia bagian mengarang mesti bijine apik. Tulisane jos 😀

    pokoknya kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan ke desa kami, apalagi tulisannya di blog sangat komplit nih. Ayo dolan lagi kesini mbak ajak temen2 yang lain, nanti cerita2 lagi deh kalo kesini.

    Bagi yang mau ke goa pindul silahkan hubungi 0859
    5965 6561 (Haris Purnawan). Kalo gatau lokasinya nanti kami bisa jemput di alun2 wonosari. Free 😀

  3. terimakasih banget pacarkecilku,telah dibantu publikasihan desa wisata bejiharjo,skalian numpang info ya…semua foto yang di blog wirawisata hasil jepretan juru kameranya pindul,lumayan lah untuk klas cah desa..he..e..he..wis siip tenan tulisane mbak’e…so manfaat banget..

          1. goa pindul sesuatu bgt kan…hehe…saya kan pemandu di WIRA WISATA gan…kapan mau maen sini lagi ajak teman” yang banyak,,,saya dan crew” WW laenya siap memandu deh pokoknya…hihihi…makasihhh…

              1. ea besuk lo udah mau kesini lagi konfirmasi sama pak ketua dulu ea…???gratis atau egk saya belum bisa mengondisikan gan…hehehe,,,

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s