Raja yang Sabar


Pas saya datang, antrian begitu panjang.

“antri, mbak”, kata Pak Jono

“Gpp pak. Saya sabar kok. Nunggu antrian jodoh ajah sabar, apalagi mung nunggu antrian bakmi godhog”.

Malam sudah larut, tapi Kotagede masih ramai. Lapak-lapak dibuka di pasar. Klithikan. Para pembeli dan penjual saling bercerita dan tertawa.

Kompleks makam dibuka. Ramai.

Diujung Watu Gilang. Sebuah Warung Bakmi sedang dipenuhi para pembeli.

Antri, begitu kata Pak Jono kepada tiap pembeli.

Tidakkah hidup mengajarkan kita sebuah kata. Sabar.

Sambil menikmati teh gula batu. Kami pun duduk. Sabar bukan milik bapak Kyai dan Ustadz. Sabar itu milik kami. Para pembeli. Kami adalah Raja yg disuruh sabar. – at Bakmi Jowo Pak Jono

View on Path

Advertisements

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s