Arak lokal bagian dari kearifan lokal?


Minuman bagian dari Kearifan Lokal.

Benarkah?

Awal bulan lalu, saya ke Jakarta. Menginap di salah satu hotel bintang 4 Jakarta. Sempat di tanya begini oleh pegawai hotel: “Sleman? Oh kok ga bawa lapen?” 😰

Iya, tiba-tiba saja Sleman terkenal dengan lapen karena ada begitu banyak korban.

Kemarin pas ke Semarang, sempat “ngobrol” tentang Cong Yang. Lucunya, kami ngobrolnya sambil ngopi di Katedral.

Saya masih ingat, di Siem Riep, di kampung-kampung sekitar Angkor Wat, ada minuman yg lumayan banyak beredar di pasaran yaitu Angkor Beer.

Dulu, saya pertama baca sih kebacanya “Angker Beer”. Setelah pulang ke Jogja, baru nyadar kalo namanya memang “Angkor” 😂

Jadi penasaran, kira-kira di seputaran Candi di Indonesia ada ga ya yg jualan bir/arak/tuak tapi pake nama Candi? 😂

View on Path

Advertisements

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s