Star Wars, The Raid dan Pisuhan


Gara-gara kemarin nonton Star Wars di Bioskop, saya jadi pingin share sedikit cerita. Cerita yg saya mau share ga ada kaitannya dgn Star Wars, saya ga ahli kasih review pilem, ya maap 😄

Saya mau share cerita yg lain, tentang The Raid.

Bbrp tahun yg lalu, saat The Raid pertama kali tayang di Bioskop, rasanya Indonesia tiba-tiba demam Iko Uwais.

Saya jarang sekali nonton pilem Indonesia di Bioskop. Alasannya simple, bagi yg langganan tivi kabel, pasti taulah, rugi kalo nonton pilem Indonesia di Bioskop, 3-6 bulan kemudian bakal diputer di tivi kok 😂

Waktu itu, saya ga terlalu ngeh siapa itu Iko Uwais. Ga pernah tau apa film-filmnya. Yg saya tau, Iko Uwais jadi rebutan antara 2 artis perempuan. Ahihihik 🙈

Hingga suatu ketika, saya pergi ke Hongkong. Kebetulan pas saya disana, The Raid tayang perdana di Bioskop Hongkong. Nama Bioskop yg memutar film The Raid adalah Sky Olympian City. Lokasinya di Kowloon Barat. Di salah satu mall yg cukup terkenal disana.
image

Saya ingat, kami mendapatkan bbrp tiket gratis buat nonton.

Saya sebenarnya aras-arasan buat nonton The Raid. “Jauh-jauh ke Hongkong kok mung nonton pilem Indonesia, hapalah gunanya”, pikir saya waktu itu 😳

Sampai kemudian, saya datang ke bioskop dan melihat orang-orang yg mengantri buat nonton. Wow, emejing ternyata banyak juga yg minat buat nonton The Raid. Fyi, yg antri bukan WNI ataupun TKW lho. Kebanyakan bule dan warga HK 😄
image

Bioskop yg kami pilih, kebetulan menyajikan text Inggris, bukan Mandarin. Mengenyampingkan adegan sadisnya, ternyata film The Raid cukup seru lho.

Seru karena banyak adegan tak terprediksi yg cukup mengagetkan. Saya ingat, sepanjang pemutaran film, banyak sekali penonton yg misuh-misuh 😂

Ada yg misuh pake English, ada juga yg misuh pake Kanton.

Dan saya baru sadar, bahwa film The Raid memproduksi “keanekaragaman” kosakata pisuhan negri kita 🙈

Keanekaragaman kosakata yg mungkin tidak dimiliki oleh negara lain. Ada banyak sekali pisuhan yg sayangnya di film hanya di translate-kan itu-itu saja.

Saya nonton sambil tertawa senang. Senang karena ternyata si penerjemah film, tidak bisa me-translate semua pisuhan kita dengan baik dan benar. Ahahaha 😁 yesss!

Saat film selesai, banyak sekali penonton yg berdiri dan tepuk tangan. Tepuk tangan seru dan sambil misuh-misuh. Kami pun tertawa lepas.

Itu adalah hari dimana saya nonton di bioskop, sepanjang pemutaran film penonton misuh (dgn banyak bahasa), dan diakhiri dengan misuh-misuh, tapi semua senang, tepuk tangan, sambil geleng-geleng kepala dgn wajah yg tak percaya.

Saya sendiri tidak tahu apakah seminggu kemudian pemutaran film The Raid di Hongkong, sukses atau tidak. Tapi yg pasti, saya jadi tau siapa itu Mad Dog dan Iko Uwais.

Akhir cerita, saat kemarin menonton kembali penampilan Iko Uwais dan Mad Dog di Star Wars yg hanya tampil sepintas lalu, tampil dalam hitungan detik.
image

Saya masih ga percaya, bahwa itulah Mad Dog dan Iko Uwais yg dulu film The Raid-nya sempat mengguncang bioskop di Hongkong.

Bandingkan dengan gegap gempitanya berita ttg Iko Uwais dan Mad Dog yg tampil di Star Wars. Rasanya peran mereka terlalu sebentar. Sudah sebentar, mati lagi. Duh.

Tapi, baiklah. Seperti kata teman saya, “meski hanya hitungan detik dan dialog yg ga jelas. Itu adalah Star Wars. Film yg mengguncang peradaban kita, mengguncang sejarah”.

Jadi, sukses selalu Uda Iko Uwais dan Om Mad Dog, semoga film yg selanjutnya dapat peran yg lbh baik lagi. Semangattt!

View on Path

Advertisements