Pindang Patin Paling Enak Sedunia


Pindang Patin Paling Enak Sedunia.

Pernah suatu kali, saya mendapat mensyen di twitter dgn pertanyaan, “dimanakah pindang patin paling enak?”

Otak saya berpikir keras, mengingat-ingat dari kota ke kota yg pernah saya kunjungi, dimanakah yg terenak?

Dalam budaya kuliner kita, Nusantara mengenal banyak versi pindang. Pangeh Masi versi Orang Minang, Pindang Serani versi Orang Jawa. Gangan/ Lempah versi Orang Babel.

Seperti umumnya budaya lain, budaya kuliner adalah kedekatan kita pada suatu budaya tertentu. Barangkali karena saya lahir dan besar di Sumatera. Saya akan menyebut Pindang Orang Palembang adalah pindang paling enak sedunia.

Kenapa begitu? Karena saking dekatnya, kami begitu sulit memisahkan antara kuliner di Lampung dgn kuliner di Palembang. Berbeda tapi serupa. Sama tapi sekaligus berbeda. Kuliner kami mirip, sekaligus tak sama.

Tapi bicara pindang, marilah kita bicara ttg Palembang. Ada bbrp versi pindang di Palembang, antara lain: pindang meranjat, pindang pegangan, pindang Musi Rawas, pindang Palembang.

Versi yg sering kita temukan di Komering Ilir adalah versi pindang yg menggunakan gilingan kasar cabe merah yg apabila kuahnya diaduk, pecahan cabenya ikut menyebar. Kau akan menemukan keadaan “seperti isi kepala yg buyar habis ditembak”.

Pindang Meranjat dan Pindang Pegangan menggunakan banyak terasi dan tentunya, ikan asap.

Pindang Patin yg paling enak tentunya dengan komposisi tomat ceri, tomat hijau, belimbing asam, daun salam, irisan nanas, daun kemangi. Semuanya wajib ada. Wajib ain. Fungsinya untuk mengimbangi lemak ikan patin yg memang, jika tidak diolah dengan baik, bisa bikin kita jadi nek.

Kaldu yg pas. Kental tapi juga tidak terlalu kental. Full bodied.

Jadi, jika kujawab “pindang patin paling enak sedunia ada di Kota Palembang”. Jangan marah ya. Ini bukan jawaban nyeleneh.

Karena meski dibuat dgn resep paling mirip pun. Jika kau sudah pernah ke Palembang dan mencicipi pindang patinnya. Di kota Jogja ini, kau tak akan menemukan pindang patin sesempurna yg kuceritakan di Kota Palembang.

U know why? Karena meski dimasak oleh chef yg sama. Air suatu kota ttt memiliki kadar yg berbeda dengan air di kota lain. Terdengar sentimentil, tapi begitulah adanya. Itu sebabnya, orang rela jauh-jauh pergi ke kota lain hanya untuk mencicipi kulinernya. Meski kuliner tsb pada hakekatnya bisa ditemukan di kotanya sendiri.

Lagipula atmosfer dan kenanganmu pada hal-hal ttt selalu membuat suatu menu makanan menjadi citarasa yg berbeda.

Jadi, pergilah. Berkelilinglah ke kota lain. Nikmatilah kulinernya. Karena seperti kata salah satu boss saya, “suatu saat akan tiba pada waktunya dimana kau bisa pergi kemana-mana, tapi dokter akan melarangmu makan ini dan itu”. Sebelum masa itu datang, maka nikmati masa sehatmu.

Salam buat Pindang Patin Paling Enak Sedunia 😘

View on Path

Advertisements

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s