Pasar Kangen Jogja


Pada akhirnya, setiap pertemuan selalu berujung perpisahan. Berawal dari teman kost, teman kuliah, teman ngopi, teman kulineran, teman piknik hingga teman-nya teman.

Perjalanan hidup membawa kita menempuh takdir yg berbeda.

Barangkali, kita salah satu yg beruntung, beda kota tapi tetap bisa jumpa. Tidakkah itu sebuah kemewahan yg tidak dimiliki orang lain?

Beberapa orang diluar sana, tinggal satu kota tapi tak pernah jumpa. Kita sebaliknya.

Jadi, marilah berdoa agar rejeki mengalir seperti sungai. Entah rejeki buat siapa, salah satu dari kita. Doakan saja, selalu ada rejeki untuk bertemu.

Entah aku yg ke kotamu, kamu yg ke kotaku atau bahkan pada satu titik, kita berjanji bertemu di sebuah kota, di belahan negara yang lain.

Sampai jumpa lagi teman-teman. Kuharap dunia tak terlalu besar untuk membuat jarak diantara kita. Sehat-sehatlah selalu. – with Chandra, Andika, and Kurnia at Taman Budaya Yogyakarta

View on Path

Advertisements

Kopi Jo Fermentasi


Saya yakin, Anda sudah pernah ke Pasar Kangen Jogja. Pasti sudah pernah nyobain Kopi Jo.

Pasar Kangen Jogja di tahun 2016 kali ini adalah pasar kangen ke-9. Betapa cepat waktu berlalu ya?

9 tahun yg lalu, pertama saya kenal Pak Jo, peracik kopi ber-rum ini. Saya ingat, Chandra waktu itu masih mahasiswa hingga kini dia telah bekerja.

Pernah juga kami membeli kopi Jo di jalan Damai, sebuah warung kopi yg pernah beliau buka. Yg tak lama kemudian pun, kukut 😂

Sebenarnya, saya hanya jumpa Kopi Jo di event-event saja. Barangkali karena begitu, saya selalu kangen dengan kopi racikan beliau.

Saya orang yg sangat penasaran dgn kopi apa yg beliau pakai, berapa banyak, mencari dimana. Kemudian tehnya beli dimana? Huahaha 😂 saya orang yg banyak tanya ya

Kopi yg kali ini saya posting adalah Kopi Fermentasi. Fermentasi? Hah. Kok bisa? 😂 penasaran kan?

Kopi ini tidak dijual ke semua orang. Hanya tertentu dan hanya jika Anda bertanya.

Kopi ini hasil fermentasi 3,5 bulan. Rasanya asam semriwing. Mampir dan cobalah.

#PasarKangenJogja – with Chandra and Andika at Taman Budaya Yogyakarta

View on Path