Gempita Musik di Rainforest World Music Festival Kuching Sarawak


Penggemar At Adau
Penggemar At Adau

Televisi masih menyala dengan berita paling pagi ketika aku bangun tidur. Saya membuka mata, meraih handphone di sisi tempat tidur, “Pukul 07.00 pagi”, gumamku. Kepala masih berat, rasanya ingin tidur lebih lama.

Selepas dini hari mata baru bisa terpejam. Maklum saja, alarm tubuh masih Jogja meski saat ini saya sedang terduduk di sebuah ranjang di penginapan Damai Resort, Kuching, Sarawak, Malaysia.

Semalam, Rainforest World Music Festival di hadiri lebih dari 9000 orang. Penonton begitu padat memenuhi halaman panggung. Malam minggu yang sungguh pecah!

Saya bergegas menyibak selimut, bangun tidur, minum air putih dan mandi air hangat. Sudah tidak sabar menunggu puncak acara, yaitu RWMF hari ke-3.

Saya masih mengingat irama musik yang dimainkan At Adau memenuhi atmosfer Rainforest World Music Festival. Semua penonton lompat mengikuti irama. Energi kegembiraan berkelindan di antara kami.

At Adau salah satu band lokal Sarawak yang sedang naik daun di Malaysia. Irama musiknya yang di dominasi dengan detingan Sape’ membuat lagu-lagunya sangat khas. Semalam, sebagian besar penonton yang datang pun merupakan penggemar setia At Adau.

Rainforest World Music Festival
Rainforest World Music Festival

Rainforest World Music Festival memang tidak seperti festival musik lain yang pernah saya tonton. Di Rainforest World Music Festival, musisi-musisi dari seluruh dunia sepanggung dengan musisi lokal. Tumbuh bersama, tanpa ada diskriminasi.

Hadir di Rainforest World Music Festival, buat saya, berarti ikut serta dalam perayaan musik dunia. Bagaimana tidak?

Rainforest World Music Festival bagai sebuah sekolah alam yang mengajarkan kepada kami ribuan “nada” yang ada di benua lain, tanpa kami harus berkeliling dunia. Kami cukup hadir di Rainforest World Music Festival, dan dunia yang datang kepada kami. Amazing!

Penampilan At Adau
Penampilan At Adau
Advertisements