Penyadap Getah Karet


Barangkali pekerjaan yg terlihat mudah itu adalah menjadi penyadap getah karet. Modal pisau, kulit kayu di sayat lalu pasang mangkok, kemudian di tinggal pergi.

Tiap sore atau pagi keliling kebun mengumpulkan karet hasil sadapan.

Terlihat mudah, tapi tidak semua orang bisa melakukan. Bayangkan ada berapa ribu pohon yg mesti diawasi.

Kadang, saya kagum, ada seseorang yg bisa melakukan pekerjaan yg sama terus-terusan, hari demi hari, hingga tahun demi tahun. Tidak bosankah, pak?

Sama dengan komentar si bapak penyadap kepada saya: “memang kau tak bosan dgn pekerjaanmu?”.

“Bosan, pak”. Jika bosan lantas kenapa masih bekerja?

Karena jika tak punya pekerjaan akan jauh lebih bosan lagi.

Kita melakukan sesuatu bukan karena menyenangkan atau membosankan. Kadang, kita melakukan sesuatu, karena pekerjaan bagian dari ibadah. Bahkan terkadang, kita bekerja untuk alasan yg sangat sentimentil: agar nampak berguna, entah untuk siapa.

Selamat sore, dari saya yg pamitnya nyari kelapa muda tapi malah maen kemana-mana.

View on Path

Advertisements

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s