Perjamuan di Bawah Ketapang 


Perjamuan di bawah Ketapang

perjamuan kali ini,
dimulai dengan ritual yang tak biasa
kau dan aku, berhadapan, duduk dibawah sebatang Ketapang
yang daun-daunnya perlahan mulai memerah;
serupa warna senja

kau memesan sebungkus keheningan
tapi dendam membakar dengan nyalanya yang jalang
baginya kita adalah anak-anak jaman, yang mabuk
terjerat getah rutinitas
dan memaksa meneguk segelas rasa bosan

perjamuan kali ini,
tak ada kepulan kopi kesukaanku
tak ada cane yang selalu kita bagi berdua
bahkan tak ada gerimis yang biasa kumaki

(hanya tujuh bola lampion mati, che. tepat berjajar di atas kepalaku; yang selalu tahu bagaimana menyimpan rindu)

nampaknya memang benar adanya,
bahwa kita harus belajar pasrah
seperti daun-daun ketapang yang berguguran
sebelum akhirnya kita benar-benar menyerah
memilih luruh, hancur dilumat gairah bumi

perjamuan kali ini, hanya ada sebuah ingatan
tentang legamnya waktu yang tak pernah kembali
tentang hidup yang serba tergesa-gesa
dan tentang kita yang belajar menafsir ulang diri;
dalam bilangan angka.

*puisi ini ditulis Juni 2010, hadiah ulangtahun buat teman baikku; Che.

View on Path

Advertisements

Mee Kolok


Mee Kolok

Ini adalah makanan yg gampang ditemui (selain Laksa Sarawak) di daerah Sarawak, Malaysia.

Rasa mienya seperti yammie, kering dan tanpa kuah. Budaya kuliner di Sarawak, meski mereka negara tetangga kita, tidak terlalu menggunakan banyak rasa pedas dalam makanannya.

Penjual menyediakan sambal kecap bagi pembeli yg ingin menambah rasa. Sambil wanti-wanti, “pedas lho” 😂

Diatas mee kolok ada tambahan tauge (kecambah) dari kacang hijau dan daging sapi. Konon, versi aslinya menggunakan daging babi.

Cukup recommended buat dicoba jika Anda ke Sarawak, Malaysia.

Happy Culinary!

View on Path

Perjalanan


Berapa banyak kota yang kau lalui? Pada akhirnya, semua hanya menyenangkan karena kau hanya singgah, tidak menetap.

Itu sebabnya, setiap orang mencintai kata “pulang”. Dan perjalanan menjadi sebuah hal yang heroik, karena di sepanjang jalan, semua kenangan masa lalu berhamburan memenuhi kepala.

Kenangan. Sesuatu yang kita takut kehilangan, padahal tak pernah kita genggam.

#perjalanan

View on Path

26 Juli


26 Juli

rintik hujan yg kupahat semalam
pagi ini telah mekar menjadi bunga-bunga krisan
wanginya jadi penunjuk jalan
ketika subuh datang, sepanjang azan

aku akan pulang diwaktu yg tak kau duga
menghangatkan ingatan kita yang mulai remang-remang
membakar sisa-sisa sakitmu yang menumpuk dibawah jendela
lalu, menyembunyikan anyir lukamu dalam pekat petang

aku akan pulang kerumahmu. pulang ke ranjangmu.
meredam rindu dalam kelambu. menyulut waktu menjadi debu.
menampung airmatamu ditelapaktanganku.

pada gelung rambutmu yang tak lagi legam
kusematkan melati yang lebih wangi dari mimpi
dan sebelum maghrib memanggil pulang malam
buru-buru kuperangkap senja pada merah saga kedua pipimu

genggam tanganku, Ibu.
jangan sampai aku tersesat pulang.
kembali ke hangat rahimmu.

(Jakarta. 26 Juli. Kado ulangtahun buat ibuku)

View on Path