tentang aku


Bersepeda di Pantai Pangandaran
Bersepeda di Pantai Pangandaran

Nama saya Pipit. Nama asli, bukan nama panggilan. Saya pertama kali menulis di dunia maya sekitar tahun 2006, di sebuah account bernama pacarkecilku.multiply.com. Sejak saat itu, saya berjanji pada diri sendiri akan rajin menulis. Setelah beberapa kali mem-posting curcol ala abegeh. Lama-lama saya malas meng-update tulisan. Rupanya belajar menjadi konsisten itu sulit. Akhir 2007, saya sempet hijrah ke pacarkecilku.blogspot.com dan (lagi-lagi) berjanji pada diri sendiri untuk rajin menulis. Tapi janji ini pun dengan mudah saya ingkari. Saya bisa saja mencari seribu alasan kenapa saya malas update posting, tapi itu cuman menunjukkan kalo saya ke-kanak-kanak-an. Jadi ada baiknya saya simpan sendiri alasan-alasan tersebut.

Awal tahun 2010, entah kenapa saya merasa pacarkecilku.multiply.com menjadi terlalu berat dibuka lewat hape ataupun fasilitas internet gratis baik di kampus maupun di tempat saya bekerja. Semenjak itu saya hijrah ke pacarkecilku.com. Sampai hari ini, saya masih menganggap menulis di sini paling menyenangkan, ke-simple-annya cocok buat saya yang gaptek. Diantara semua blog yang pernah saya miliki, blog ini juga yang paling ringan dibuka lewat hape.

Saya sendiri tidak pernah merasa menjadi blogger, meski saya memang menyukai menulis di blog. Saya hanya menulis, tidak lebih. Pernah seorang teman bertanya, apa untungnya saya menulis di blog. Sesuatu yang sampai sekarang masih dianggap sia-sia oleh teman saya. Bagaimana tidak, terkadang saya harus membaca banyak buku sebelum menulis. Berdiskusi dengan beberapa orang. Otomatis itu mengurangi jatah istirahat saya. Dan yang terpenting, saya ga dapat uang dari menulis di blog ini. Bahkan setiap orang dapat meng-copy tulisan ini, tanpa harus membayar ataupun izin terlebih dahulu (meski saya harap itu tidak pernah benar-benar terjadi).

Saya jawab, saya tidak tahu. Menulis buat saya semacam terapi. Saya belajar mengendalikan emosi saya dan bercerita secara runtut dari satu peristiwa ke peristiwa yang lain. Tentu saja sambil mengingat setiap emosi pada saat peristiwa tersebut berlangsung, tanpa harus kembali emosional. Hal ini baik buat saya, terkadang saya memang harus belajar meredam emosi yang selalu meledak-ledak.

Saya pun tidak pernah menulis sesuatu yang “berat” dan malas terlibat dalam debat kusir yang tak kunjung usai. Saya hanya mencoba berbagi pengalaman. Untuk beberapa alasan, saya melakukan banyak perjalanan bersama teman, hal-hal yang kami jumpai selama perjalanan adalah sebuah pelajaran bagi saya. Itu yang saya lakukan, berbagi pengalaman dengan kalian.

Meski begitu, saya sadar bahwa blog ini bukan blog seorang travel-writer. Tentu saja, saya belum layak masuk dalam komunitas travel-writer, entah itu yang ber-budget mahal maupun yang ber-budget murah. Dilihat dari sisi manapun, saya tetap merasa newbie jika dibandingkan dengan mereka para seleb-blog-travellers.

Selain sejarah, saya sangat menyukai dunia photographi, meski saya cuma mengandalkan kamera pocket dan kamera hape yang sebenarnya layak masuk hitungan “jadul”. Tapi dalam tiap perjalanan, kamera-kamera jadul itulah yang banyak menolong saya mengabadikan momen kebersamaan kami. Dan blog ini dibuat untuk itu. Saya mengambil sebuah photo, bercerita, berbagi dengan kalian. Avada kedavra, jadilah blog ini!

Demikianlah blog ini berawal. Saya menuliskan apa yang saya lihat, saya dengar, dan saya rasakan. Kemudian saya membaginya dengan kalian. Hanya itu. Semoga Bermanfaat.

-Me-