Akhir Pekan


“… Ah, akhir pekan yg membosankan. Ingin sekali saya tinggalkan kota dan pergi menemuimu, mas. Pergi ke pantai terpencil yg tak seorangpun bisa menjangkaunya selain kita berdua. Saya ingin mengajakmu duduk-duduk di bangku panjang yg menghadap ke laut. Akan saya bacakan sajak-sajak seorang penyair yg tanpa sengaja menyampaikan cintamu kepada saya.”

~ Joko Pinurbo, “Mas” ~

View on Path

Advertisements

Asuransi Cinta


Asuransi Cinta

Suatu siang, saya sedang duduk di bawah balai-balai. Siang itu matahari Bali sedang panas-panasnya. Tepat jam 12 siang.

Saya dan teman-teman sedang memperhatikan suasana pantai yg setiap sudutnya sedang pemotretan prewed.

Sambil menonton dari kejauhan, kami pun ngobrol.

“Salut ya, jam 12 siang gini, pada mau photo prewed. Padahal panas banget. Sungguh pengorbanan sekali,” kata saya.

“Cinta pada satu sisi memang bisa melindungi kita dari teriknya siang dan dinginnya hujan,” jawab teman.

“Itu cinta apa asuransi? Kok ada klausul melindungi?”

Kami tertawa tergelak dan melanjutkan menonton para pasangan prewed.

Kau tau, asuransi itu bukan menabung, bukan investasi. Asuransi ya asuransi. Saat digabung dgn investasi, jadi unitlink.

Seperti itu juga cinta. Cinta ya cinta. Cinta itu bukan investasi. Bahkan di satu sisi, cinta bisa membuatmu terluka, membuatmu lebih miskin. Dan tak ada asuransi untuk mengobati patah hatimu.

Asuransi itu kayak payung. Saat hujan, bukan berarti kita tidak basah. Tapi memiliki payung akan jauh lebih baik.

Sama seperti cinta. Kita akan tetap terluka. Tapi memiliki cinta akan membuat hidup kita lebih baik.

Kami pun tergelak. Tertawa bersama. Seharusnya para agen asuransi memasukkan patah hati sebagai penyakit berat.

Jadi, mau bayar premi berapa, kak, buat mengobati sakit hatimu? 😂

View on Path

Welcome to Paradise


“… welcome to my paradise
where the sky so blue
where the sunshine so bright

welcome to my paradise
where you can be free
where the party never ending”
~ Steven n Coconut Treez~

Lagu Raggae terus berkumandang sejak pertama kali menginjakkan kaki di pantai ini.

Ini adalah pantai Blue Point di Bali. Berada di sisi barat kawasan Nusa Dua, terletak di daerah Uluwatu.

Sebenarnya ini adalah pantai sunset. Jadi, ritual terbanyak para pengunjung adalah memandang lautan lepas, menunggu senja sambil duduk-duduk di sudut tebingnya.

Di siang hari, kita bisa melihat banyak para surfer melakukan sedikit “atraksi” di antara gelombang di lautan lepas.

Pengunjung di dominasi mas-mas bule. Kalo cuma mau nyari bule surfer, bertato, bercelana pendek dan basah, disini tempatnya. Mereka sliwar sliwer pengen di sentuh, eh ditatap dink 😂

Pokoknya sejauh mata memandang, yang tampak hanya bule. Kita pribumi, hanya jadi waitress dan pedagang asongan.

Tidak ada retribusi masuk ke tempat ini. Ada beberapa cafe lucu di sudut-sudut tebing yg kopi nya bisa kita nikmati. Tapi tentu, karena Bali super hot, penjualan terbesar adalah beer dingin.

Sambil mendendangkan lagu raggae yg diputar di sudut cafe, saya jadi berpikir, “Apakah Surga sebiru ini?”

Happy Traveling!

View on Path

Gravitasi


Gravitasi

Ketika tiba-tiba ombak di laut pasang
Cinta kita berdua juga pasang, sayang
~ Doel Sumbang~

Ceritanya kita lagi ngopi
sambil liat live music
sambil nyeruput kopi pahit
tiba-tiba,
ombak menyapu pasir di kaki kita
kursi-kursi yang hanyut dan basah
baru sadar kalo bulan sedang menerangi langit
dan laut pun pasang

Tepat tengah malam,
alunan musik berhenti
beberapa lelaki menerbangkan lampion ke atas lautan
kami menonton sambil berdoa,
“Tuhan, beri kami esok yang lebih baik. Aamiin”

View on Path