Tagged with notes

Notes|Belajar Kerukunan Beragama di Bali

Notes|Belajar Kerukunan Beragama di Bali

Hari terakhir saya di Bali, sempet mampir buat sholat dhuhur sebelum memasuki Bandara Ngurah Rai. Pilihan sholat yang letaknya ga jauh dari bandara yaitu di daerah Tuban, di sekitar Patung Gatotkaca Seraya. Awalnya ga nyangka juga kalo ini sebuah masjid. Dari jalan, hanya terlihat gapura dan tembok bergaya khas Bali. Masjid hanya terlihat kalo kita … Continue reading »

Notes|Patung Ngurah Rai

Notes|Patung Ngurah Rai

Ngurah Rai. Siapapun yang pernah ke Bali pasti kenal nama ini. Nama I Gusti Ngurah Rai diabadikan dalam banyak tempat di Bali. Dari nama jalan, bandara, hingga dibuatkan dua patung Ngurah Rai dalam posisi berhadapan dalam ukuran berbeda di daerah Tuban. Sebenarnya bukan hanya Bali, di lain daerah pun banyak nama jalan mempergunakan nama Ngurah … Continue reading »

In Memoriam|Mas Supriyanto, sahabat kami

In Memoriam|Mas Supriyanto, sahabat kami

Saya mendengar berita ini pertama kali di pesbuk. Memang beberapa tahun terakhir ini, saya sangat jarang sekali membuka pesbuk. Sehingga tidak terlalu lagi update kisah teman-teman sekolah dan kuliah. Entah kenapa, beberapa hari yang lalu, saya iseng membuka pesbuk. Dalam kotak pesan, tersimpan berita mengejutkan ini. Pesan ini dikirimkan awal April, tapi baru beberapa hari … Continue reading »

if life throws you Lemons

if life throws you Lemons

sudah seminggu ini, setelah saya pulang ke Jogja. Entah kenapa, di sepanjang jalan yang saya lalui menuju ke kantor. tiba-tiba, banyak penjual jeruk dadakan di sepanjang jalan. jujur, sebenarnya saya tidak begitu suka jeruk. tapi aroma jeruk yang khas, bercampur wangi tanah sehabis hujan benar-benar menimbulkan sensasi tersendiri di ingatan saya. kau pasti mengerti kan? … Continue reading »

Seorang Teman

Seorang Teman

Apakah yang disebut seorang teman? Saya akan mengatakannya Ia adalah seorang yang memberi kamu keberanian Dalam menampilkan diri apa adanya Jiwamu bebas telanjang bersamanya Dia meminta kamu agar tidak berbaju dengannya Hanya jadilah dirimu adanya Ia tidak ingin kamu lebih bahagia atau sedih Jika kamu bersamanya Kamu adalah seorang pidana yang telah dinyatakan bebas Kamu … Continue reading »

Tahun Baru

Tahun Baru

Seseorang pernah bertanya padaku, dialamatkan kepada siapakah setiap puisi yang kutulis? Bagaimana jika kujawab, kepadamulah setiap puisi ini dialamatkan. Hanya saja aku tak (pernah) punya cukup keberanian untuk mengirimkannya padamu. Jadi, aku berdoa. Tahun Baru ini, semoga aku punya banyak stock keberanian untuk mengirimkannya padamu.yah, semoga saja… Belakang Gereja, 1 Januari 2011

Halusinasi

Halusinasi

Obat. Kau pasti mengerti. bagaimana ia meracuni darah dan kemudian otak. Secara perlahan, ia membuatmu terus menerus melayang.jauh dari kesadaran.kemudian, kau tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang sebenarnya cuma ada di dalam pikiranmu.dan pada titik akhir, kau berhalusinasi.merasakan hal-hal yang mungkin tidak pernah ada.melihat hal-hal yang sebenarnya tidak pernah nyata. Terkadang, saat … Continue reading »

Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali

Setiap manusia memiliki mimpi. Ada yang mengejar dan mewujudkannya. Ada yang mundur dan membuangnya. Ada pula yang diam dan hanya menyimpannya, sepanjang sisa hidupnya. Kata-kata di atas muncul dalam salah satu scene film yang saya tonton. Sebuah film yang bercerita tentang cinta yang tak sampai. Klise. Si pemeran utama jatuh cinta. Tepatnya, saling mencintai. Tapi … Continue reading »

Brain Juice

Brain Juice

Baru-baru ini, saya dijadikan sebagai objek penelitian oleh teman saya. Otak saya (yang memang tidak pernah terlalu pintar) diteliti dengan metode WAIS dan APM. Kalo anda tidak mengerti metode apa itu, saya jawab: “sama!”. Saya pun tidak tahu apa maksudnya. Hari itu, saya pergi ke psikologi UGM. Dan “kebagian” seorang lelaki yang menginterogasiku dengan banyak … Continue reading »

Masuk Surga

Masuk Surga

Percakapan ini terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari. Berseting pinggir kali Code, Yogyakarta. Diperankan oleh empat ”mahluk” , dimana semuanya adalah tokoh ”antagonis”. Sambil menikmati kopi panas dan roti bakar rasa coklat. Dan tentu saja diiringi nyanyian pengamen jalanan. Percakapan pun bergulir. ”gw pingin masuk surga?”, kata mahluk pertama, yang bernama Wawan. ”kalo gitu bertobatlah!”, … Continue reading »