<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pacarkecilku</title>
	<atom:link href="http://pacarkecilku.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacarkecilku.com</link>
	<description>www.pacarkecilku.com</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 16:53:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pacarkecilku.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/851e0f861db3de5629ac2eb837367442?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pacarkecilku</title>
		<link>http://pacarkecilku.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pacarkecilku.com/osd.xml" title="Pacarkecilku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pacarkecilku.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Trip&#124;Goa Pindul</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 04:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Goa Pindul]]></category>
		<category><![CDATA[Bejiharjo]]></category>
		<category><![CDATA[Karangmojo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.com/?p=2259</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mblusukan ke Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk, perjalanan kami lanjutkan ke Wisata Alam Goa Pindul. Dari desa Bleberan kami mengambil arah Wonosari. Jika dari arah selatan, ikuti saja jalanan beraspal ke utara hingga mencapai pertigaan kantor Kelurahan Gading, &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=2259&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mblusukan ke Wisata Alam <a title="Air Terjun Sri Gethuk" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/" target="_blank">Air Terjun Sri Gethuk</a>, perjalanan kami lanjutkan ke Wisata Alam Goa Pindul. Dari desa Bleberan kami mengambil arah Wonosari. Jika dari arah selatan, ikuti saja jalanan beraspal ke utara hingga mencapai pertigaan kantor Kelurahan Gading, lalu pilih jalan ke utara lagi hingga sampai di Bunderan Siyono. Di sekitar bunderan Siyono, kami mampir dulu untuk makan siang di salah satu Rumah Makan Padang.</p>
<p>Setelah perut kenyang, perjalanan kami lanjutkan ke arah utara, ke arah desa Bejiharjo. Jika kalian bingung, maka ini arahnya:</p>
<p>Jika dari Yogyakarta, rute normal: lewat jalan Yogya Wonosari-Bukit Bintang-Bunderan Siyono belok kiri-Perempatan Grogol belok kiri-masuk Desa Bejiharjo.</p>
<p>Kalo mau lewat rute wisata: lewat jalan Yogya Wonosari-Bukit Bintang-Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran-Desa Wisata Bobung-Sambipitu-Rest Area Bunder-Bunderan Siyono belok kiri-Perempatan Grogol belok kiri-trus masuk Desa Bejiharjo.</p>
<p>Sebenarnya dari Jogja arah ke Goa Pindul ini sangat mudah, cukup temukan bunderan Siyono lalu belok kiri, lurusss saja! sampai temukan perempatan dengan lampu merah dan plang hijau besar penunjuk jalan ke arah Desa Bejiharjo, belok kiri ikuti jalan. Di sepanjang jalan, banyak kok penunjuk jalan menuju Goa Pindul. Jika tidak yakin, ya tanya saja ke rumah penduduk ato warung, hampir semua warga desa sudah tau kalo kita tersesat disana, pasti sedang menuju Goa Pindul.</p>
<p>Jangan kaget, di sepanjang jalan, banyak anak muda yang mau mengantarkan kita untuk menuju ke Goa Pindul secara gratis <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  tapi setelah saya tanya-tanya dan ngobrol ngalor ngidul ke beberapa petugas yang bekerja di desa Wirawisata Goa Pindul, ternyata para petugas inilah yang memberi tips ke anak-anak muda tersebut.</p>
<p>Menurut para petugas, mereka &#8220;memilih&#8221; untuk memberikan tips secara langsung ke anak-anak muda tersebut, daripada anak-anak muda tersebut yang meminta kepada kita (para pengunjung) dengan harga yang tidak normal. Ini dilakukan demi menjaga citra Wisata Alam Goa Pindul. Salut!</p>
<div id="attachment_2285" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/untitled-7-5/" rel="attachment wp-att-2285"><img class="size-large wp-image-2285" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-72.jpg?w=350&#038;h=585" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="350" height="585" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<p>Nah, kalo kalian bener-bener ngerasa bingung untuk mencapai Goa Pindul, ada baiknya membaca <a title="Wirawisata" href="http://wirawisata.blogspot.com/" target="_blank">website wirawisata</a> Goa Pindul dulu, ato meng-kontak mas Haris Purnawan di 085 959 656 561. Pas kemaren saya nulis status di twitter mau jalan-jalan ke Goa Pindul, langsung dapat retwitt dari <a title="twitter wirawisata" href="http://tuitwit.com/WIRAWISATA" target="_blank">twitter wirawisata. </a></p>
<div id="attachment_2290" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/dsc04381/" rel="attachment wp-att-2290"><img class="size-medium wp-image-2290" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04381.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">kesibukan di Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<div id="attachment_2291" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/dsc04373/" rel="attachment wp-att-2291"><img class="size-medium wp-image-2291" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04373.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">kesibukan di Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<p>Usut punya usut, ternyata yang jadi admin di twitter itu namanya mas Daryono. Orangnya kurus tinggi dan ramah banget. Mas Daryono kemana-mana bawa kamera dan topi ala duta SO7, kayaknya dia emang satu-satunya fotografer disana. Bahkan kami sempet ngobrol tentang pariwisata di Gunungkidul sampai hampir maghrib.</p>
<div id="attachment_2286" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/untitled-3-8/" rel="attachment wp-att-2286"><img class="size-medium wp-image-2286" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-312.jpg?w=300&#038;h=165" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="165" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<p>Dari mas Daryono, kami jadi tau kalo ternyata para pengunjung Goa Pindul dari luar kota bisa kok minta dijemput di alun-alun Wonosari, nanti bakalan dijemput dengan bus khusus milik wirawisata, gratis!</p>
<p>Kenapa namanya Wirawisata? ternyata pengelola Desa Wirawisata itu adalah pemuda Karangtaruna dari dusun Gelaran II desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo. Jadi, ini usaha bersama warga dusun sekaligus meng-padatkarya-kan warga buat bekerja halal sambil menjaga alam dan nama baik Desa Wisata Goa Pindul. Keren kan? Ohiya, jangan takut, para petugasnya itu udah terlatih kok, dan yang penting karena mereka itu warga lokal yang lahir dan besar disana, yah bisa juga dijuluki sebagai yang mbaurekso Goa Pindul. huehe!</p>
<p>Berhubung jaman PKM saya pernah (juga) tinggal di Karangmojo, jadi sedikit banyak ngerti juga tentang beberapa kisah disana. Goa Pindul ini termasuk sebagai tempat wisata baru dari Kecamatan Karangmojo, baru 4 bulan di populerkan sebagai tempat wisata untuk umum. Dulu kalo mblusukan dalam goa ga bakal dipungut biaya retribusi, beda dengan sekarang. Objeknya sendiri adalah penelusuran goa sepanjang 300 meter dengan menggunakan alat pelampung ban.</p>
<p>Pengelola menyediakan peralatan serta pemandu untuk penelusuran goa. Untuk paket standar &#8220;penelusuran Goa Pindul&#8221;, tarif yang diberikan 25ribu rupiah dengan fasilitas berupa pemandu, peralatan (baju pelampung, ban, dan sepatu) serta segelas wedang jahe panas. Selain itu pengelola juga menyediakan paket tambahan bagi wisatawan yang menginginkan paket outbond ataupun homestay berupa rumah khas penduduk dengan dinding bambu, pemancingan dan rumah makan.</p>
<div id="attachment_2294" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/untitled-2-6/" rel="attachment wp-att-2294"><img class="size-medium wp-image-2294" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-212.jpg?w=300&#038;h=109" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="109" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<p>Memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk melakukan penelusuran goa ini. Pengunjung akan dibagi dalam beberapa kelompok, setelah dipasangkan beberapa peralatan safety, pengunjung akan dibriefing dulu oleh para pemandu. Kebetulan kemaren pada saat kami melakukan penelusuran Goa Pindul, kelompok kami mendapatkan pemandu Mbah Bardi dan Mbah Piyar. Orangnya lucu dan ramah. Sepanjang perjalanan jadi penuh gelak tawa <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  udah gitu cukup sabar dengan kami yang banyak mau dan suka heboh sendiri!</p>
<div id="attachment_2282" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/untitled-4-6/" rel="attachment wp-att-2282"><img class="size-medium wp-image-2282" title="Wisata Alam Goa Pindul " src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-45.jpg?w=300&#038;h=240" alt="Wisata Alam Goa Pindul " width="300" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Mbah Bardi dan Mbah Piyar pemandu kami</p></div>
<p>Bagi kalian yang takut dengan penelusuran goa, tenang kok semua aman kalo pake baju pelampung meski kita ga bisa berenang tetap akan mengapung, dengan catatan baju pelampung terpasang kuat di badan. Ohiya, semua barang-barang berharga ada baiknya disimpan didalam tas, dan diletakkan di tempat penitipan barang dengan biaya 1000 rupiah.</p>
<div id="attachment_2289" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/dsc04379/" rel="attachment wp-att-2289"><img class="size-medium wp-image-2289" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04379.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">tempat penitipan barang-barang berharga</p></div>
<p>Kalo mau bawa kamera, boleh-boleh ajah tapi dari awal udah dikasih tau kalo ada resiko jatuh ke dalam air pas di dalam goa, maka barang harus diikhlaskan hilang, karena ga ada yang bakal mengambil ke dalam goa dengan kedalaman air antara 8 hingga 13meter.</p>
<p>Gimana kalo kamera basah? kami dibagikan plastik kresek bening untuk membungkus kamera guna meminimalisir kamera basah akibat terciprat air. Jadi begitulah, dengan baju pelampung berwarna mencolok, sepatu karet berwarna putih, ban pelampung, kamera terbungkus plastik, aktivitas susur goa pun dimulai!</p>
<div id="attachment_2287" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/dsc04387/" rel="attachment wp-att-2287"><img class="size-medium wp-image-2287" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04387.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">briefing oleh pemandu sebelum penelusuran goa dimulai</p></div>
<div id="attachment_2288" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/dsc04393/" rel="attachment wp-att-2288"><img class="size-medium wp-image-2288" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04393.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">sebelum penelusuran Goa Pindul dimulai</p></div>
<p>Mengikuti penelusuran Goa Pindul, masuk ke dalam mulut goa kita memasuki zona pertama, yaitu zona terang. Di zona ini kita masih bisa menyaksikan keindahan dalam goa dengan jelas yaitu stalagtit, kelelawar dan ornamen batu. Perjalanan ke mulut goa dengan lebar sungai sekitar 5 meter dengan kedalaman hampir 8 meter, jadi makin seru dan menantang.</p>
<div id="attachment_2314" class="wp-caption aligncenter" style="width: 224px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/mulut-goa-pindul/" rel="attachment wp-att-2314"><img class="size-full wp-image-2314" title="http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/mulut-goa-pindul.jpg?w=640" alt="http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html"   /></a><p class="wp-caption-text">pintu masuk Goa Pindul (foto milik wirawisata Goa Pindul)</p></div>
<div id="attachment_2295" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/dsc04444/" rel="attachment wp-att-2295"><img class="size-medium wp-image-2295" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04444.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<p>Usai zona pertama, kita masuk ke zona kedua yaitu zona remang, kondisi cahaya yang semakin berkurang membawa kita menuju pertengahan Goa Pindul. Di zona remang sudah terdapat fenomena yang beda dengan zona sebelumnya, yaitu jenis kelelawarnya dan stalagtit yang berbeda.</p>
<p>Nanti kita bakal ditunjukkan sebuah lubang di atap Goa Pindul, yang ternyata merupakan lantai dari rumah yang di jadikan sebagai Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul. Jadi letak Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul itu tepat diatas Goa Pindul.</p>
<p>Kalo cerita dari mbah Bardi &#8211;pemandu kami&#8211; kelelawar itu kalo lagi pipis dalam posisi badan terbalik, jadi kaki diatas dan kepala dibawah. Nah lho? pertanyaannya: &#8220;kalo gitu pas pipis, semua badannya jadi basah karena air kencing dunks?&#8221;. Huaha. Kita jadi ger-gerrr-an didalam goa.</p>
<div id="attachment_2296" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/397305_2720852293206_1014023636_32248864_1687857084_n/" rel="attachment wp-att-2296"><img class="size-medium wp-image-2296" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/397305_2720852293206_1014023636_32248864_1687857084_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<p>Selain pemandangan kelelawar yang bergelantungan, kita juga bisa ngeliat atap Goa Pindul yang kayak lukisan. Jadi inget pelajaran tentang abris sous roche, manusia-manusia purba yang hidup di goa dengan lukisan merah di dinding <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  cihuuuyyy petualangan di dalam goa jadi semakin asyik!</p>
<p>Nah, penelusuran dilanjutkan ke zona ketiga yaitu zona gelap abadi, dimana memang sudah tidak ada terlihat cahaya lagi. Hanya mata dari kelelawar dan suara khas di dalam goa serta gemericik air yang terdengar. Pada saat kita di dalam zona gelap abadi, oleh mbah Bardi dan mbah Piyar &#8211;pemandu kita&#8211; senter di helm kepala dimatikan. Untuk sesaat kita mengheningkan cipta, berdoa sambil mensyukuri anugerah Tuhan. Nice banget yaks <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Info tambahan ya? Di dalam goa, ada sebuah stalagtit jantan, konon barang siapa mengelus-elus akan jadi perkasa <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ini buat cowok. Ada juga stalagtit puting masih aktif, katanya kalau minum tetesannya akan menjadi subur bagi wanita dan efek airnya pun juga menambah cantik <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Ada juga stalagtit dan stalagmit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia. Butuh 5 orang untuk melingkarinya, konon celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja.</p>
<p>Keindahan semakin bikin wow, pas kita ditunjukkan batu kristal yang masih hidup. Haduwh keren banget! Kata pemandu kami, soalnya diatasnya ada tanaman (yang aku lupa namanya) nah tetesan air dari akar tanaman tersebut meresap kedalam tanah yang berbatu karst, sehingga menghasilkan keajaiban alam kayak gitu. Trus saya sempet nanya, &#8220;kalo dijual mahal ga mbah?&#8221;. Jawabannya &#8220;mahal dunks, tapi itu kan dilindungi mbak. Ada kok petugas dari pemda yang selalu meninjau!&#8221;.</p>
<p>Di beberapa lokasi, juga ada beberapa stalagtit yang bentuknya mirip banget sama tirai, makanya namanya batuan &#8220;tirai&#8221;, batuan ini merupakan stalagtit yang tersusun dari tetesan air di dinding goa.</p>
<p>for your information, stalagtit ataupun stalagmit yang airnya masih menetes ada baiknya jangan disentuh meskipun diperbolehkan oleh pemandunya. Kata temen-temen yang kuliah di jurusan geografi dan pencinta alam, sentuhan tersebut akan mematikan pertumbuhan stalagtit ataupun stalagmit.</p>
<p>Sebelum keluar dari goa, kita akan melihat cahaya dari goa njomplang (goa terbalik). Goa Njomplang yang dimaksud sebenarnya adalah sebuah lubang besar dilangit-langit Goa Pindul. Kalo dilihat dari permukaan tanah,  sebenarnya itu luweng yang biasanya terdapat pada jenis tanah ber-karst.</p>
<div id="attachment_2315" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/lubang-diatap-goa-pindul/" rel="attachment wp-att-2315"><img class="size-full wp-image-2315" title="http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/lubang-diatap-goa-pindul.jpg?w=640" alt="http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html"   /></a><p class="wp-caption-text">Goa Njomplang (foto milik Wirawisata Goa Pindul)</p></div>
<p>Setelah basah kuyup kedinginan. Akhirnya kita keluar dari sisi lain mulut goa dan pemandangan luar pun terlihat. Sayangnya, selama mengikuti penelusuran Goa Pindul, tangan kami harus berpegangan erat agar tak terlepas, alhasil susah buat motret didalam goa, ndilalahnya bisa motret, eh karena kebungkus plastik, hasil jepretan jadi ga okeh plus saya lupa setting kamera untuk night mode. Jadi bener-bener ga punya dokumentasi tentang langit-langit goa. Tapi kalo kalian mau, lain kali jika kalian ikut penelusuran Goa Pindul lebih baik menyewa jasa fotografer saja sebesar 85ribu rupiah.</p>
<div id="attachment_2316" class="wp-caption aligncenter" style="width: 224px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/mulut-goa-pindul2/" rel="attachment wp-att-2316"><img class="size-full wp-image-2316" title="http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/mulut-goa-pindul2.jpg?w=640" alt="http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html"   /></a><p class="wp-caption-text">pintu keluar Goa Pindul (foto milik Wirawisata Goa Pindul)</p></div>
<div id="attachment_2304" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/dsc04443/" rel="attachment wp-att-2304"><img class="size-medium wp-image-2304" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04443.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<div id="attachment_2305" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/399408_2720916134802_1014023636_32248883_1518233659_n/" rel="attachment wp-att-2305"><img class="size-medium wp-image-2305" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/399408_2720916134802_1014023636_32248883_1518233659_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<div id="attachment_2306" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/untitled-5-9/" rel="attachment wp-att-2306"><img class="size-medium wp-image-2306" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-54.jpg?w=300&#038;h=256" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="256" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<p>Masih dengan pakaian basah kuyup, kita menunggu mobil yang akan menjemput kita untuk kembali ke Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul. Sambil menunggu mobil jemputan, mbah Bardi dan mbah Piyar &#8211;pemandu kita&#8211; bercerita tentang legenda Goa Pindul.</p>
<p>Masyarakat sekitar percaya, kalo Goa Pindul berasal dari legenda Nogogini yang mencari putranya. Si Nogogini (yang namanya juga ular naga panjangnya) menerobos tanah, makanya di Gunungkidul banyak goa-goa didalam tanah. Cerita ini mengingatkan saya dengan legenda terbentuknya <a title="Bledug Kuwu" href="http://pacarkecilku.com/2011/10/06/tour-bledug-kuwu/" target="_blank">Bledug Kuwu</a>.</p>
<p>Nah mata air dari Goa Pindul mereka percaya sebagai air mata dari Nogogini yang tak menemukan anaknya. Nama &#8220;pindul&#8221; sendiri berasal dari kata &#8220;pipi nyundul&#8221; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  huehe unik ya legendanya?</p>
<div id="attachment_2303" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/397555_2720983656490_1014023636_32248911_37854712_n/" rel="attachment wp-att-2303"><img class="size-medium wp-image-2303" title="Wisata Alam Goa Pindul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/397555_2720983656490_1014023636_32248911_37854712_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Wisata Alam Goa Pindul" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">mobil yang mengantar kami kembali ke Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul</p></div>
<p>Oleh mobil jemputan kami diantarkan sampai ke Sekretariat Wisata Alam Goa Pindul. Setelah mandi dan berganti baju bersih, kami diberikan segelas wedang jahe panas <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Oleh mas Daryono, kami malah sempet diajak cerita tentang wayang beber yang khas Karangmojo, eh kalian tau ga? di Kecamatan Karangmojong, kalo pas acara bersih desa terkenal dengan upacara Cingcing Guling lho. Upacara ini terkait dengan cerita asal usul orang Gunungkidul yang percaya kalo mereka adalah keturunan Majapahit. Untuk cerita yang ini, dibahas kapan-kapan saja ya. Sore itu, berhubung kami sudah kelelahan jalan-jalan seharian, kami pun segera pulang kembali ke Jogja. Sampai jumpa di jalan-jalan selanjutnya <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8211;Selamat Jalan Jalan&#8211;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/journey/'>journey</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/bejiharjo/'>Bejiharjo</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/goa-pindul/'>Goa Pindul</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/gunungkidul/'>Gunungkidul</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/jogja/'>Jogja</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/karangmojo/'>Karangmojo</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/trip/'>trip</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/wisata/'>wisata</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/yogyakarta/'>yogyakarta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/2259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/2259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/2259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/2259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/2259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/2259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/2259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/2259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/2259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/2259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/2259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/2259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/2259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/2259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=2259&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/28/trip-goa-pindul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04444.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04444.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-72.jpg?w=350" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04381.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04373.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-312.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-212.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-45.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04379.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04387.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04393.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/mulut-goa-pindul.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04444.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/397305_2720852293206_1014023636_32248864_1687857084_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/lubang-diatap-goa-pindul.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/mulut-goa-pindul2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04443.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/399408_2720916134802_1014023636_32248883_1518233659_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-54.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/397555_2720983656490_1014023636_32248911_37854712_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Goa Pindul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trip&#124;Air Terjun Sri Gethuk</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 04:11:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[Air Terjun Sri Gethuk]]></category>
		<category><![CDATA[Bleberan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[Playen]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.com/?p=2170</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, pas kami jalan-jalan dari Air Terjun Banyunibo di Kecamatan Patuk (bagian utara Gunungkidul) menuju ke Pantai Kesirat di kecamatan Panggang (bagian selatan Gunungkidul), kami menelusuri hutan jati di bagian tengah Kabupaten Gunungkidul, yaitu kecamatan Playen. Pas &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=2170&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, pas kami jalan-jalan dari <a title="Air Terjun Banyu Nibo" href="http://pacarkecilku.com/2011/09/15/trip-air-terjun-banyu-nibo/" target="_blank">Air Terjun Banyunibo</a> di Kecamatan Patuk (bagian utara Gunungkidul) menuju ke <a title="Pantai Kesirat" href="http://pacarkecilku.com/2011/09/18/mengenal-lebih-dekat-air-terjun-banyu-nibo-dan-pantai-kesirat/" target="_blank">Pantai Kesirat</a> di kecamatan Panggang (bagian selatan Gunungkidul), kami menelusuri hutan jati di bagian tengah Kabupaten Gunungkidul, yaitu kecamatan Playen. Pas asyik lagi kebut-kebutan, eeehhh kami ngeliat plang Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk. Karena waktu itu kami udah bertekad bulat menuju Pantai Kesirat, akhirnya kami berjanji akan menjadikan Air Terjun Sri Gethuk sebagai the next destination.</p>
<p>Jadi, pas kemaren cita sms dan tanya &#8220;jadi ke Air Terjun Sri Gethuk mbak?&#8221;, langsung ajah dech ku jawab &#8220;siyaaap, capcuz!&#8221;.</p>
<p>Pastinya pergi ke air terjun di musim hujan adalah hal menyenangkan karena ada banyak air yang melimpah ruah untuk bermain <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  asal ga kepleset dibatu-batu yang curam ajah sich!</p>
<p>Jadi setelah membaca <a title="mblusukan" href="http://jogja.mblusuk.com/402-Padusan-di-Curug-Sri-Gethuk.html" target="_blank">mblusukan</a>, sabtu kemaren <a title="saya" href="http://tuitwit.com/pacarkecilku" target="_blank">saya</a>, <a title="cita" href="http://tuitwit.com/CitatiC" target="_blank">cita</a>,<a title="Rusma" href="http://tuitwit.com/rusmaa" target="_blank"> rusma</a>, <a title="Intan" href="http://tuitwit.com/dewiintand" target="_blank">intan</a>, <a title="Tia" href="http://tuitwit.com/TiaIfada" target="_blank">tia</a>, <a title="Dita" href="http://tuitwit.com/dhita_pe" target="_blank">dita</a> janjian ngumpul jam setengah 8 di markas besar. Biasalah namanya juga manusia karet, harusnya ngumpul jam setengah 8 jadi molor jam 10 ;(. Ditambah lagi motornya rusma bensinnya habis jadi kita antri isi bensin dulu di SPBU Terban. Untungnya disitu ada toserba yang lumayan lengkap, jadi sambil nunggu Rusma n Tia isi bensin, kami yang lain belanja makanan dulu, trus isi angin ban motor disitu <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Jalur favorit kami sich always ke Gunungkidul lewat siluk, arahnya terminal baru giwangan-jalan imogiri-kretek-trus siluk. Pas lewat jalan imogiri sempet mampir buat belanja &#8220;jeroan&#8221; buat Intan yang ga bawa kostum cadangan karena ga tau kalo mau diajak basah-basahan main air. Huaha!</p>
<p>Apesnya baru nyampe SPBU Imogiri, eeehhh ban motor Dita n Intan kempes! Ya owlohhh, untung baru nyampe jalan imogiri, ga kebayang kalo pas di siluk yang jalannya banyak tanjakan jahanam trus kempes padahal ga ada satupun rumah di sepanjang jalan. Huwaaa, bisa nangis darah kami =(</p>
<p>So, perjalanan dilanjut melewati Kecamatan Panggang, lalu Kecamatan Saptosari, lalu Kecamatan Paliyan. Nah, kalo kalian lewat Kecamatan Paliyan, jangan lupa mampir di Kawasan Suaka Marga Satwa Paliyan.</p>
<p>Kalian bisa ambil photo-photo alam yang keren dengan efek dramastis kalo kalian datang ke kawasan ini pas musim hujan (karena nampak ijo royo-royo) atau pas musim kemarau banget (karena kering banget sampe mlethek-mlethek tanahnya). Kalo beruntung, malah kalian bisa melihat hewan-hewan yang dilindungi dikawasan ini kayak kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dan sekitar 40 macam jenis burung langka.</p>
<p>Setelah melewati Kawasan Margasatwa, kalian akan melewati kawasan wisata Makam Ki Ageng Pamanahan. Ngerasa pernah denger namanya? harusnya sich iya, Ki Ageng Pamanahan itu bapaknya Sutawijaya atau yang biasa dikenal Panembahan Senopati Ing Alogo, pendiri kerajaan Mataram Islam. Jadi sekarang dah tau kan? kalo leluhur orang Mataram Islam itu sesungguhnya berasal dari Gunungkidul <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Nah setelah melewati semua kawasan itu. Pas deket perbatasan antara Paliyan-Playen, kalian akan menemukan plang Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk! Kalo dari plang yang dibaca sich jaraknya tinggal 7 km lagi menuju air terjun. Tapi jangan percaya! itu maksudnya 7 km sampe plang selanjutnya =)). huaha!</p>
<div id="attachment_2185" class="wp-caption aligncenter" style="width: 227px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/untitled-1-8/" rel="attachment wp-att-2185"><img class="size-medium wp-image-2185" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-110.jpg?w=217&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul" width="217" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Plang Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul</p></div>
<p>Pokoknya kalian tinggal ikutin ajah jalannya. Kalo ngerasa bingung ya tanya warga kampung, orang-orang yang tinggal disana baik dan ramah kok. Tentu saja kalian harus tanya dengan sopan.</p>
<div id="attachment_2186" class="wp-caption aligncenter" style="width: 178px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04358/" rel="attachment wp-att-2186"><img class="size-medium wp-image-2186" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04358.jpg?w=168&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul" width="168" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Jalan menuju Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul</p></div>
<p>Jika kalian sudah hampir mencapai lokasi Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul, jalanan aspal halus berubah menjadi jalanan berbatu yang licin. Baiknya hati-hati apapun kendaraan kalian. Kondisi jalanpun makin parah pada saat hujan.</p>
<div id="attachment_2189" class="wp-caption aligncenter" style="width: 178px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04354/" rel="attachment wp-att-2189"><img class="size-medium wp-image-2189" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04354.jpg?w=168&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul" width="168" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Jalan menuju Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul</p></div>
<p>Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk terletak di desa Bleberan, kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Pas perjalanan menuju kesana, kami membahas kenapa ya kira-kira kok namanya Bleberan? Hhmmm, pake ilmu gothak gathuk nama, kira-kira begini, nama &#8220;bleberan&#8221; berasal dari kata &#8220;mbleber&#8221; mungkin untuk menggambarkan kalo di tempat tersebut banyak sumber air yang berlebih. Sesuatu yang sebenarnya ga umum jika ditinjau dari keseluruhan Kabupaten Gunungkidul yang biasanya gersang dan kekeringan. Tapi tentu saja ini ga berlaku di Playen. Dulu jaman saya melakukan PKM di Gunungkidul, memang tempat yang paling berlimpah sumber airnya adalah kecamatan Playen. Hasil buminya saja lebih banyak kacang, yang notabene pasti membutuhkan tanah yang subur gembur dan banyak air untuk menanamnya. Mungkin alasan kesuburan ini juga yang melatarbelakangi Ki Ageng Pemanahan pernah hidup di daerah sana di masa lampau.</p>
<p>Seperti biasa, hal pertama yang dijumpai di dekat tempat wisata ya petugas retribusi. Nah, kalo di Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul biaya yang dikenakan untuk 2 orang dengan 1 motor, kami ditarik 5 ribu rupiah. Setelah meletakkan motor di parkiran, kami berjalan sekitar 500 meter menuruni tangga menuju lokasi selanjutnya.</p>
<div id="attachment_2190" class="wp-caption aligncenter" style="width: 178px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04348/" rel="attachment wp-att-2190"><img class="size-medium wp-image-2190" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04348.jpg?w=168&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul" width="168" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Jalan menuju Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul</p></div>
<p>Lokasi selanjutnya adalah pinggir sungai. Bagaikan rombongan gadis klenthing, kami menunggu yuyu kangkang dan berharap mereka mau untuk menyebrangkan kami ke lokasi Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<div id="attachment_2195" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/101_0147/" rel="attachment wp-att-2195"><img class="size-medium wp-image-2195" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/101_0147.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">kapal yang akan menyebrangkan kami melewati Kali Oyo</p></div>
<p>Tentu saja, karena kami klenthing modern dan bijak, kami tidak perlu membayar dengan ciuman <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  cukup membayar 5 ribu rupiah saja agar di sebrangkan oleh mas-mas berkostum baywatch!</p>
<div id="attachment_2196" class="wp-caption aligncenter" style="width: 178px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04259/" rel="attachment wp-att-2196"><img class="size-medium wp-image-2196" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04259.jpg?w=168&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="168" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">tarif penyebrangan</p></div>
<div id="attachment_2197" class="wp-caption aligncenter" style="width: 178px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04281/" rel="attachment wp-att-2197"><img class="size-medium wp-image-2197" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04281.jpg?w=168&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="168" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">kapal penyebrangan</p></div>
<p>Kalo diperhatikan lebih lanjut, kapal penyebrangan atau gethek gaya warga Bleberan ini mengingatkan saya pada rumah makan terapung di <a title="Kedungombo" href="http://pacarkecilku.com/2011/10/08/tour-waduk-kedungombo/" target="_blank">Kedungombo</a>. Terdiri dari beberapa drum yang dirakit dan diberi papan diatasnya. Khusus yang di Bleberan, karena buat penyebrangan maka ditambahi turbin untuk menggerakkan kapal.</p>
<div id="attachment_2198" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/untitled-2-5/" rel="attachment wp-att-2198"><img class="size-medium wp-image-2198" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-210.jpg?w=300&#038;h=177" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">gethek tenaga turbin</p></div>
<div id="attachment_2203" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04263/" rel="attachment wp-att-2203"><img class="size-medium wp-image-2203" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04263.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">numpak gethek ala warga Bleberan</p></div>
<p>Nah gethek ini akan membantu menyebrangkan kami sampai ke Air Terjun Sri Gethuk.</p>
<div id="attachment_2204" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04273/" rel="attachment wp-att-2204"><img class="size-medium wp-image-2204" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04273.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">perjalanan menelusuri Kali Oyo</p></div>
<div id="attachment_2208" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04344/" rel="attachment wp-att-2208"><img class="size-medium wp-image-2208" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04344.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">perjalanan menelusuri Kali Oyo</p></div>
<div id="attachment_2209" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04345/" rel="attachment wp-att-2209"><img class="size-medium wp-image-2209" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04345.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">perjalanan menelusuri Kali Oyo</p></div>
<div id="attachment_2206" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04276/" rel="attachment wp-att-2206"><img class="size-medium wp-image-2206" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04276.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">perjalanan menelusuri Kali Oyo</p></div>
<p>Jeng jengggg, akhirnyaaa sampailah kami di Air Terjun Sri Gethuk  <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_2219" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04290/" rel="attachment wp-att-2219"><img class="size-full wp-image-2219" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04290.jpg?w=640" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk"   /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</p></div>
<p>Si Tia sudah pernah beberapa kali datang ke Air Terjun Sri Gethuk bersama keluarganya. Jadi dia sudah tidak se-antusias kami dalam berfoto-foto. Katanya, dulu pas pertama kali datang, fasilitas wisatanya tidak semudah sekarang. Dulu harus berjalan jauuuhhh sekali melewati persawahan untuk dapat sampai ke Air Terjun Sri Gethuk.</p>
<p>Selain itu, dulu namanya juga bukan Air Terjun Sri Gethuk, tapi Curug Slempret. Huehe. Uniknya, air terjun ini meski dimusim kemarau, debit airnya tetap bisa untuk mengairi sawah disekitarnya dan juga untuk berbagai keperluan rumah tangga bagi warga disekitar Kali Oyo. Secara air terjun ini letaknya di Gunungkidul yang terkenal dengan bahaya kekeringannya dimusim kemarau tiba.</p>
<div id="attachment_2225" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/101_0165/" rel="attachment wp-att-2225"><img class="size-medium wp-image-2225" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/101_0165.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="224" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</p></div>
<div id="attachment_2226" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/101_0162/" rel="attachment wp-att-2226"><img class="size-medium wp-image-2226" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/101_0162.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</p></div>
<p>Bagi yang takut ketinggian dan tak suka menaiki batu-batu besar yang licin. Tenang ajah, di Air Terjun Sri Gethuk banyak kok mas-mas warga lokal yang mau jadi pasukan baywatch untuk mengawasi para pengunjung yang mandi disungai atau asyik bermain di air terjun. Selain itu, mas-mas nya cukup baik dan dengan sabar, rela saja disuruh mem-photo kami dengan berbagai macam gaya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_2227" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/dsc04313/" rel="attachment wp-att-2227"><img class="size-medium wp-image-2227" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04313.jpg?w=300&#038;h=169" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</p></div>
<p>Saya sendiri, menanjak ke batu bagian teratas tanpa melepas jaket dan tas punggung, alhasil tas saya jadi basah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_2228" class="wp-caption aligncenter" style="width: 215px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/untitled-3-7/" rel="attachment wp-att-2228"><img class="size-medium wp-image-2228" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-310.jpg?w=205&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="205" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</p></div>
<p>Tidak jauh dari Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk terdapat Goa Rancang. Kami sendiri tidak masuk ke dalam goa. Menurut Tia yang sudah pernah masuk ke dalam goa. Goa Rancang cukup gelap dan kerap digunakan orang untuk menyepi. Jadi kami-pun mengurungkan niat mblusukan ke dalam Goa Rancang, may be next time.</p>
<div id="attachment_2220" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><a href="http://pacarkecilku.wordpress.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/101_0159/" rel="attachment wp-att-2220"><img class="size-medium wp-image-2220" title="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/101_0159.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk" width="224" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</p></div>
<p>Acara mblusukan kami di Air Terjun Sri Gethuk harus segera diakhiri karena kami mengejar waktu untuk berpetualang di dalam Goa Pindul <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Jadi sampai jumpa di perjalanan selanjutnya!</p>
<p>&#8211;Selamat Jalan-Jalan&#8211;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/journey/'>journey</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/air-terjun-sri-gethuk/'>Air Terjun Sri Gethuk</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/bleberan/'>Bleberan</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/gunungkidul/'>Gunungkidul</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/jogja/'>Jogja</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/kota/'>kota</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/playen/'>Playen</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/trip/'>trip</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/wisata/'>wisata</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/yogyakarta/'>yogyakarta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/2170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=2170&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/26/trip-air-terjun-sri-gethuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04290.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04290.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-110.jpg?w=217" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04358.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04354.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04348.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/101_0147.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04259.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04281.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-210.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04263.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04273.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04344.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04345.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04276.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04290.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/101_0165.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/101_0162.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/dsc04313.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-310.jpg?w=205" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/101_0159.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Alam Air Terjun Sri Gethuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biennale Jogja XI #JNM</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/21/biennale-xi-jnm/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/21/biennale-xi-jnm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 04:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[Biennale XI]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Meets India]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[puzzle]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1806</guid>
		<description><![CDATA[Selain di TBY, Biennale Jogja XI juga bertempat di Jogja National Museum, terletak di Jl. Gampingan no. 1, Yogyakarta. Temanya pun masih sama Equator #1 Shadow Lines: Indonesia Meets India. Dari yang dipamerkan di JNM, nampaknya lebih menonjolkan sisi agama &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/21/biennale-xi-jnm/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1806&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain di TBY, Biennale Jogja XI juga bertempat di Jogja National Museum, terletak di Jl. Gampingan no. 1, Yogyakarta. Temanya pun masih sama <strong>Equator #1 Shadow Lines: Indonesia Meets India</strong>.</p>
<p>Dari yang dipamerkan di JNM, nampaknya lebih menonjolkan sisi agama dan kekerasan. Tapi, menurut saya tema-nya sendiri sebenarnya adalah toleransi beragama. Hanya dikemukakan dengan cara yang berbeda.</p>
<p>Dalam Hindu ada beberapa cerita yang jika kita hayati, sebenarnya mengandung kisah-kisah tentang kekerasan. Semisal saja, Dewi Durga, shakti (istri) dari Dewa Siwa ini biasanya digambarkan memiliki banyak tangan yang sedang memegang bermacam senjata dengan kaki menginjak kepala raksasa.</p>
<p>Atau lihat saja kisah Ganesha, putra Parvati ini, kepala aslinya sesungguhnya telah hancur oleh senjata Siwa (ayahnya sendiri). Tapi dapat dihidupkan lagi oleh Dewa dengan &#8220;tumbal&#8221; memenggal salah satu kepala makhluk hidup yang menghadap utara. Kebetulan saat itu yang ditemukan adalah kepala anak gajah yang sedang menyusu pada ibunya. Alhasil, kepala anak gajah dipotong, dibawa ke hadapan dewa, dan dipasangkan pada Ganesha, putra Parvati. Jadilah, dewa Ganesha yang kita kenal saat ini adalah dewa berkepala gajah.</p>
<p>Cerita lain adalah dalam kisah Ramayana. Bagaimana Rahwana melakukan pengorbanan yang sangat kontroversial dan mengguncang langit bumi demi mendapat &#8220;perhatian&#8221; dewa. Rahwana memotong kepalanya sendiri. Beruntungnya, Rahwana itu berjuluk Dasamuka jadi punya 10 kepala yang bisa dipotongnya berkali-kali dan dilempar ke api pemujaan.</p>
<p>Kenapa yang menjadi contoh dalam Biennale XI kali ini lebih banyak ke agama Hindu? tentu saja karena di India, warganya mayoritas beragama Hindu.</p>
<p>Tapi yang harus disadari bahwa tiap agama dan kepercayaan, apapun itu memiliki banyak cara melakukan persembahan bagi apapun yang mereka sebut Tuhan, terkadang bahkan menggunakan cara-cara yang menurut kita sangat &#8220;radikal&#8221; karena pengorbanan selalu menuntut tumbal dan darah.</p>
<p>Kekerasan agama menjadi sangat luas untuk dapat didefinisikan karena tiap agama lalu percaya &#8220;menyebarkan agama&#8221; artinya mendapatkan surga. Proses penyebaran ini pun menggunakan cara-cara kekerasan. Kita belajar bagaimana Islam dengan Kristen/ Katolik menjadi bermusuhan karena adanya luka sejarah, Perang Salib. Konsep pemikiran bahwa surga itu milik agamaku dan bukan agamamu, menjadi penyebab disintegrasi yang berbuntut pada kekerasan agama.</p>
<p>Hmmm, pernah berpikir ga, kalo Islam ga pernah menguasai hampir seluruh Jazirah Arab, hingga ke Konstantinopel &#8211;ibukota Bizantium&#8211; yang kemudian berganti nama menjadi Istanbul. Jika saja para pedagang Arab tetap mau berdagang dengan orang-orang Eropa &#8211;yang notabene tidak Islam&#8211;, maka orang-orang Eropa tidak perlu melakukan pelayaran mengelilingi samudera untuk mencari rempah-rempah hingga ke negri asalnya, yaitu Indonesia. Jika orang-orang Eropa tidak pernah datang ke negara kita (Nusantara), mungkin kita tidak akan pernah dijajah oleh Eropa (Belanda) selama 350 tahun. Who know? Bicara masa lalu, kita selalu bicara seandainya tidak begini, seandainya tidak begitu =(</p>
<p><strong>Back to Biennale XI</strong>, keberagaman agama di dalam sebuah masyarakat menjadi hal yang tak dapat dipungkiri. Nampaknya India dan Indonesia memiliki kesamaan itu. Sebagai contoh salah satu film terkenal dari India yang mendapat penghargaan Golden Globe: <em>Slumdog Millionaire</em>, menggambarkan bagaimana masyarakat India yang mayoritas hidup dalam kemiskinan mesti juga hidup dalam perbedaan agama yang berimplikasi pada kekerasan antar-agama juga, kadang jadi kekerasan antar-suku juga.</p>
<p>Konflik ini yang juga ingin dikemukakan oleh pilem &#8220;?&#8221; karya Hanung Bramantyo (yang sebenarnya pilemnya juga sarat konflik, karena pilem ini dianggap menyadur novel &#8220;tanda tanya&#8221;-nya Alm. Lan Fang). Atau masih inget kan pilem indie &#8220;CIN(T)A- Cina,Tuhan,dan Anisa-&#8221;. Bagaimana kemudian (terkadang) cinta dikalahkan oleh perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan sosial, dll. Meski dalam kisah lain perbedaan juga digambarkan berakhir happy ending. Tapi kita harus belajar paham, bahwa terkadang ada beberapa perbedaan yang tak mampu ditembus cinta. Tentunya cinta yang dimaksud dalam hal ini adalah cinta dalam konsep Universal. Keberagaman dalam kultur, agama, sejarah inilah yang membuat Indonesia-India memiliki problem sosial yang hampir sama.</p>
<p>Kekerasan kerap terjadi karena adanya ketidaktoleransian antar umat beragama. Ini menjadi kidung tragis dalam luka sejarah karena sesungguhnya kita, orang-orang yang tinggal di India dan Indonesia, menyadari sekali bahwa sejak jaman nenek moyang, kita memang hidup dalam perbedaan, entah itu perbedaan agama ataupun perbedaan suku. Lantas setelah hidup berabad-abad bersama, kenapa baru sekarang kita mempersoalkan semua perbedaan?</p>
<a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/21/biennale-xi-jnm/#gallery-1-slideshow">Click to view slideshow.</a>
<p>Ohiya, ada satu hal baru yang dipelajari dari Biennale XI. Di India, patung dewa yang mereka hormati, meski rusak terkadang tak berani mereka buang. Tetap di hormati dan diletakkan ditempat-tempat tertentu karena mereka percaya, membuangnya akan mendatangkan bala.</p>
<p>Lucunya, jika patung dewa atau gambar dewa diletakkan dipinggir jalan. Mereka akan menghormati tembok pinggir jalan tempat patung atau gambar dewa diletakkan. Ini jauh efektif dipergunakan oleh pemerintah untuk menjaga kebersihan tembok-tembok pinggir jalan daripada sebuah plang &#8220;dilarang membuang sampah&#8221; atau &#8220;dilarang kencing sembarang&#8221;. Keren khan! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;The End&#8212;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/journey/'>journey</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/biennale-xi/'>Biennale XI</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/indonesia-meets-india/'>Indonesia Meets India</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/jogja/'>Jogja</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/kota/'>kota</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/puzzle/'>puzzle</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/trip/'>trip</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/wisata/'>wisata</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/yogyakarta/'>yogyakarta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1806/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1806&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/21/biennale-xi-jnm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-71.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-71.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Biennale XI #JNM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biennale Jogja XI #TBY</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/19/biennale-jogja-xi-tby/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/19/biennale-jogja-xi-tby/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 04:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[Biennale XI]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Meets India]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[puzzle]]></category>
		<category><![CDATA[TBY]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1734</guid>
		<description><![CDATA[Rada ketinggalan jaman nich. Saking sibuknya malah ga sempet upload photo tentang Biennale Jogja XI. Lebih katroknya lagi, baru ngeh kalo ini adalah Biennale XI. Padahal saya baru ngikutin ritual Biennale dua kali. Itu artinya pas Bienalle I – Bienalle &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/19/biennale-jogja-xi-tby/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1734&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rada ketinggalan jaman nich. Saking sibuknya malah ga sempet upload photo tentang Biennale Jogja XI. Lebih katroknya lagi, baru ngeh kalo ini adalah Biennale XI. Padahal saya baru ngikutin ritual Biennale dua kali. Itu artinya pas Bienalle I – Bienalle IX saya belum lahir di Jogja, anggap saja begitu yach teman-teman <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><a title="Biennale Jogja" href="http://www.biennalejogja.org/" target="_blank">Biennale Jogja</a> merupakan ajang pameran seni rupa dua tahunan yang diadakan sejak tahun 1988 di Yogyakarta. Dalam acara ini biasanya dipamerkan berbagai karya seni lukis, seni patung, dan seni rupa lainnya di berbagai lokasi di Yogyakarta.</p>
<p>Biennale Jogja XI dibuka dari tanggal 26 Nopember 2011 sampai 8 Januari 2012 dengan judul <strong>Equator #1 Shadow Lines: Indonesia Meets India</strong>. Kurator pameran ini adalah Alia Swastika (Indonesia) dan Suman Gopinath (India). Pameran ini menampilkan 40 seniman Indonesia dan India dengan fokus tema <strong>“Religiusitas, Spiritualitas dan Kepercayaan”.</strong></p>
<p>Biennale XI bertempat di dua lokasi, yaitu di Jogja National Museum, Jl. Gampingan no. 1, Yogyakarta dan Taman Budaya, Jl. Sri Wedani no. 1, Yogyakarta.</p>
<p>Beberapa photo yang diupload disini diambil di #TBY, temanya adalah Kebudayaan India.</p>
<a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/19/biennale-jogja-xi-tby/#gallery-2-slideshow">Click to view slideshow.</a>
<p>Saya pergi ke Biennale XI bersama <a title="Chandra" href="http://tuitwit.com/CheChand" target="_blank">Chandra</a>, <a title="Rusma" href="http://tuitwit.com/rusmaa" target="_blank">Rusma</a>, dan Nurfah. Yah namanya juga doyan keluyuran, jadi ya kita ngasal ajah dolan. Ga searching apapun tentang Biennale XI. Agak kaget juga pas masuk #TBY ternyata temanya India banget. Jadi inget pak RT kita, Hotu, yang juga orang India. (huehe!)</p>
<p><strong>Back to Biennale XI</strong>, pas masuk ke #TBY, saya bertanya-tanya pada diri sendiri? dari semua negara, kenapa harus India? Secara saya juga ga ngerti banget tentang India selain tentu saja pilemnya dan toko kain di sepanjang Malioboro dan Jalan Solo yang mayoritas penjualnya adalah wong India.</p>
<p>Aha, ternyata itulah kata kuncinya. <strong>India-Indonesia-Sejarah-Masa Lalu. </strong></p>
<p>Kalo kita bicara tentang Kebudayaan Kuno, perpaduan Kebudayaan Sungai Indus dan Sungai Gangga akan membawa kita pada Kebudayaan baru yang kita kenal dengan Kebudayaan Hindustan. Sementara orang-orang Suku Arya menguasai India, suku Dravida yang asli India tersingkir ke India Selatan. Orang-orang Arya inilah yang mengenalkan pada kita sistem kasta &#8211;stratifikasi sosial&#8211; lewat para pedagang India juga-lah kita mengenal kebudayaan mereka dan kemudian ber-akulturasi dengan budaya kita. Huruf Sansekerta menjadi huruf awal (cikal bakal) yang dikenal pada Indonesia Kuno, setidaknya itu adalah huruf yang masih kita baca untuk mempelajari sejarah Indonesia Kuno sampai hari ini. Pengaruh tulisan ini juga berpengaruh terhadap bahasa kita. Banyak kata yang kita kenal hari ini merupakan hasil serapan dari bahasa Sansekerta.</p>
<p>Lewat pedagang India, kita mengenal Hindu dengan berbagai dewa-nya, politheisme. Kita juga mengenal Budha lewat mereka. Candi yang kita banggakan pun semua adalah pengaruh dari India. Apa yang kita sebut asli Indonesia, itu cuma punden berundak dari masa Megalithikum. Bahkan kisah Mahabarata dan Ramayana yang sangat mempengaruhi spiritualitas dan religiulitas bangsa Indonesia pun kita kenal dari orang-orang India.</p>
<p>Apakah itu saja? tentu tidak. Islam pun pada awalnya kita kenal lewat pedagang Gujarat, sebuah daerah di India. Pada saat India dijajah Inggris, misionaris mereka pun sampai juga ke Indonesia. Meski kita juga mengenal Katholik dan Kristen tak hanya dari Inggris, tapi juga lewat bangsa Spanyol, Portugis, dan Belanda.</p>
<p>Jika mempelajari sejarah Indonesia, kita juga akan menemukan banyak tempat yang dikenal sebagai kampung India. Selain itu, makanan India juga familier di lidah kita. Ini membuktikan kalo kita (Indonesia) ternyata memang sangat dekat dengan India, setidaknya hampir semua kebudayaan kita terpengaruh oleh mereka, meski kita tidak mengakui secara langsung.</p>
<p>Kebayangkan kalo tiba-tiba India mem-paten-kan Mahabarata dan Ramayana, mungkin Indonesia dan Thailand adalah negara yang paling panik, secara ke-2 negara tersebut yang paling banyak menggunakan cerita Mahabarata dan Ramayana dalam tiap pagelaran seninya.</p>
<p><strong>Bicara India-Indonesia-Masa Kini.</strong></p>
<p>Nah Biennale XI di #TBY bicara tentang India-Indonesia di masa kini. Bali dan Jawa meski tak sama benar adalah contoh dua suku besar di Indonesia yang sangat terpengaruh oleh budaya India. Bali dengan beberapa ritual Hindu nya dan bagaimana mereka menghormati sapi, adalah contoh nyata bagaimana budaya India masih hidup ditengah kita. Yoga dan para pendeta yang tampil dalam beberapa photo yang dipamerkan di Biennale mengingatkan kita pada beberapa adegan dalam pilem Eat, Pray, Love yang bersetting Italia, India, Bali.</p>
<p>Kitab Weda yang menggunakan bahasa Sansekerta juga mengingatkan kita pada miripnya antara aksara India dan aksara Jawa, juga aksara Thai. Jadi bukankah semua terpengaruh hal yang sama, yaitu India?</p>
<p>India yang kita kenal hari ini adalah sebuah negara dengan industri pilem terbesar di dunia. Bayangkan di Bollywood itu, dalam setahun rata-rata mereka bisa memproduksi lebih dari 300 pilem. Makanya pilem India yang identik dengan joget dan nyanyi itu terkenal banget sebagai salah satu icon dan sumber pendapatan devisa bagi negara India.</p>
<p>Masih inget khan Amitabh Bachchan, Sri Devi, Rekha, Mithun Chakraborty, Anil Kapoor, Sanjay Dutt, Shah Rukh Khan, Kajol, Aishwarya Rai, dan semua bintang-bintang India itu yang dulu pilemnya sering banget diputer di TPI, dipajang disepanjang dinding #TBY. Bahkan sampai ada pohon silsilah keluarga Kapoor (yang mayoritas anggota keluarganya adalah bintang pilem). Wuih masuk #TBY bener-bener kayak balik ke jaman dimana pilem India menguasai dunia perpileman Indonesia <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Benar-benar merunut sejarah. Spektakuler bagi yang mampu mencerna. Tapi saya yakin bengong bagi yang ga ngerti. Huaha! Biennale memang penuh tebakan dan jebakan!</p>
<p>&#8211;to be continued&#8211;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/journey/'>journey</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/biennale-xi/'>Biennale XI</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/indonesia-meets-india/'>Indonesia Meets India</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/jogja/'>Jogja</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/kota/'>kota</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/puzzle/'>puzzle</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/tby/'>TBY</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/trip/'>trip</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/wisata/'>wisata</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/yogyakarta/'>yogyakarta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1734/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1734&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/19/biennale-jogja-xi-tby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-111.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/untitled-111.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Biennale XI #TBY</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Review: Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/14/review-sepotong-bibir-paling-indah-di-dunia/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/14/review-sepotong-bibir-paling-indah-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 04:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[agus noor]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1617</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia Penulis: Agus Noor Penerbit: PT Bentang Pustaka Tahun: 2010 Hlm: 166 ISBN: 978-979-1227-88-9 Buku ini saya pinjam dari perpustakaan kota Jogja, berisi tentang kumpulan dari cerita pendek: Empat Cerita Buat Cinta, Kartu Pos &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/14/review-sepotong-bibir-paling-indah-di-dunia/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1617&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1618" class="wp-caption aligncenter" style="width: 200px"><a href="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/sepotong-bibir-terindah.jpg"><img class="size-medium wp-image-1618" title="Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/sepotong-bibir-terindah-e1325516007799.jpg?w=190&#038;h=300" alt="Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia" width="190" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia</p></div>
<p><strong>Judul</strong>: Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia<br />
<strong>Penulis</strong>: Agus Noor<br />
<strong>Penerbit</strong>: PT Bentang Pustaka<br />
<strong>Tahun</strong>: 2010<br />
<strong>Hlm</strong>: 166<br />
<strong>ISBN</strong>: 978-979-1227-88-9</p>
<p>Buku ini saya pinjam dari <a title="perpustakaan kota jogja" href="http://perpustakaan.jogjakota.go.id/" target="_blank">perpustakaan kota Jogja</a>, berisi tentang kumpulan dari cerita pendek: Empat Cerita Buat Cinta, Kartu Pos dari Surga, Permen, Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia, 20 Keping Puzzle Cerita, Cerita yang Menetes dari Pohon Natal, Episode, Variasi bagi Kematian yang Seksi, dan Perihal Orang Miskin yang Bahagia.</p>
<p>Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia yang dijadikan judul buku ini bercerita tentang Maneka, seorang perempuan yang jatuh cinta pada Sukab. Jika anda penggemar Seno Gumira Ajidarma, tentu nama dan kisah tentang Sukab sangat familier di telinga anda. Ingat khan Sukab, laki-laki yang telah mengerat senja dan mengirimkan potongan senja untuk perempuan yang paling dicintainya <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Kisah favorit saya adalah “Perihal Orang Miskin yang Bahagia”, demikian saya kutipkan untuk anda:</p>
<p>&#8212;8</p>
<p>ORANG miskin itu sendiri punya tiga anak yang masih kecil-kecil. Paling tua berumur 8 tahun, dan bungsunya belum genap 6 tahun. “Aku ingin mereka juga menjadi orang miskin yang baik dan benar sesuai ketentuan Undang-Undang. Setidaknya bisa mengamalkan kemiskinan mereka secara adil dan beradab berdasarkan Pancasila dan UUD 45,” begitu ia sering berkata, yang kedengaran seperti bercanda. “Itulah sebabnya aku tak ingin mereka jadi pengemis!”</p>
<p>Tapi, sering kali kuperhatikan ia begitu bahagia ketika anak-anaknya memberinya recehan. Hasil dari mengemis.</p>
<p>&#8212;20</p>
<p>Ketika tubuhnya digerogoti penyakit, dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin kepada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu dilorong. “Beginilah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.</p>
<p>Setelah tanpa pernah diperiksa dokter, ia disuruh pulang. “Anda sudah sembuh,” kata perawat, lalu memberinya obat murahan.<br />
Orang miskin itu pulang dengan riang. Kini, ia tak akan pernah lagi takut pada sakit. Saat anak-anaknya tak pernah sakit, ia jadi kecewa. “Apa gunanya kita punya Kartu Tanda Miskin, kalau kamu tak pernah sakit? Tak baik orang miskin selalu sehat.”<br />
Mendengar itu, mata istrinya berkaca-kaca.</p>
<p>***</p>
<p>Saya tidak terlalu pandai me-review buku macam anak sastra ataupun komunikasi. Tapi beberapa teman, setelah membaca buku ini rasanya setuju dengan saya, penulis buku ini, Agus Noor, tahu sekali cara membuat kita tertawa sekaligus meringis tersindir. Begitu tragis!</p>
<p>&#8212;Selamat Membaca&#8212;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/book/'>book</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/agus-noor/'>agus noor</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/buku/'>buku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/review/'>Review</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/sepotong-bibir-paling-indah-di-dunia/'>Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1617&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/14/review-sepotong-bibir-paling-indah-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/sepotong-bibir-terindah-e1325516007799.jpg?w=95" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/sepotong-bibir-terindah-e1325516007799.jpg?w=95" medium="image">
			<media:title type="html">Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/sepotong-bibir-terindah-e1325516007799.jpg?w=190" medium="image">
			<media:title type="html">Sepotong Bibir Paling Indah Di Dunia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Review: Indiana Chronicle Blues</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/12/review-indiana-chronicle-blues/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/12/review-indiana-chronicle-blues/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 04:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[clara ng]]></category>
		<category><![CDATA[Indiana Chronicle Blues]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1611</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Indiana Chronicle Blues Penulis: Clara Ng Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2005 Hlm: 303 ISBN: 979-22-0947-6 Tokoh utama buku ini bernama Indiana Lesmana, 26 tahun, lajang metropolitan, cantik, dan bekerja sebagai Head Hunter, pencari harta karun begitu istilah &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/12/review-indiana-chronicle-blues/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1611&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1612" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><a href="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/indiana-lesmana.jpg"><img class="size-full wp-image-1612" title="Indiana Chronicle Blues " src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/indiana-lesmana.jpg?w=640" alt="Indiana Chronicle Blues "   /></a><p class="wp-caption-text">Indiana Chronicle Blues</p></div>
<p><strong>Judul</strong>: Indiana Chronicle Blues<br />
<strong>Penulis</strong>: Clara Ng<br />
<strong>Penerbit</strong>: PT Gramedia Pustaka Utama<br />
<strong>Tahun</strong>: 2005<br />
<strong>Hlm</strong>: 303<br />
<strong>ISBN</strong>: 979-22-0947-6</p>
<p>Tokoh utama buku ini bernama Indiana Lesmana, 26 tahun, lajang metropolitan, cantik, dan bekerja sebagai Head Hunter, pencari harta karun begitu istilah kerennya. Head Hunter itu semacam konsultan manajemen, kalo ada posisi kosong disebuah perusahaan dan membutuhkan seseorang dengan kapasitas, kemampuan, dan pengalaman dengan standar tertentu. Nah disinilah peran Head Hunter. Dengan diam-diam, gesit, dan terampil, head hunter mendekati orang-orang yang mempunyai kemampuan dan “mencurinya” dari perusahaan lama untuk bekerja di perusahaan yang membutuhkan, yaitu klien perusahaan Indiana.</p>
<p>Konflik yang dikemukakan buku ini seputar kehidupan sehari-hari Indiana. Punya kekasih pemaksa, karier terhenti, bos galak, mobil tua yang kerap mogok, digosipkan selingkuh, sampai kehilangan pekerjaan. Indiana tinggal di apartemen sepupunya, Sara. Indiana dan Sara sangat akrab meski mereka berbeda selera, terutama tentang laki-laki. Sara sangat tidak suka kepada Francis, kekasih Indiana yang dijulukinya babi bandot.</p>
<p>Kisah paling konyol adalah pas Indiana kepergok maminya Sara, sedang bercinta dengan Francis di kamar mandi apartemen milik Sara. Efek dari peristiwa itu keesokan harinya Indiana dilamar oleh Francis. Indiana sampai pingsan gara-gara lamaran tersebut. Tapi hari buruknya dimulai saat bosnya menyuruh Indiana ke Balikpapan secara mendadak. Pesawat yang Indiana tumpangi mengalami kecelakaan dan jatuh disebuah hutan di pedalaman Kalimantan. Kecelakaan itu juga yang membuat Indiana berkenalan dengan Charles, pria keturunan Italia.</p>
<p>Charles itu versi lainnya Francis. Charles begitu ramah, hangat, dan terbuka. Kejadian di Kalimantan ternyata berlanjut hingga ke Jakarta. Indiana tiba-tiba saja jadi artis dadakan. Acara makan malamnya dengan Charles bahkan sampai muncul diacara gosip Cek &amp; Ricek. Padahal acara pernikahannya dengan Francis yang putra konglomerat tinggal 3 bulan lagi. Semua kehebohan ini memperkeruh hubungan Indiana dengan Francis.</p>
<p>Novel chicklit ini tiba-tiba ber-ending dengan situasi yang mirip serial tv Sex In The City. Si tokoh utama, Indiana, tiba-tiba saja punya talenta ajaib sebagai penulis handal yang mengomentari kehidupan para lajang metropolitan.</p>
<p>Buku ini saya pinjam dari <a title="perpustakaan kota jogja" href="http://perpustakaan.jogjakota.go.id/" target="_blank">perpustakaan kota jogja</a>, ceritanya yang fun, lumayan dinikmati buat hiburan di akhir pekan yang terjebak hujan.</p>
<p>&#8211;Selamat Membaca&#8211;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/book/'>book</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/buku/'>buku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/clara-ng/'>clara ng</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/indiana-chronicle-blues/'>Indiana Chronicle Blues</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/review/'>Review</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1611/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1611&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/12/review-indiana-chronicle-blues/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/indiana-lesmana.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/indiana-lesmana.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Indiana Chronicle Blues</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/indiana-lesmana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Indiana Chronicle Blues </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan-Jalan nyang Solo</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/07/jalan-jalan-nyang-solo/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/07/jalan-jalan-nyang-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 04:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan nyang Solo]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[puzzle]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1636</guid>
		<description><![CDATA[Punya waktu cuma sehari tapi pengen jalan-jalan keluar dari Jogja? Pilihannya ya ke Solo, cukup satu jam numpak sepur Pramex. Jadilah saya, cita, rusma, tia, pinky, dhita, esti, intan, bayu dan adnan dengan dress code hitam putih, kami berangkat pagi-pagi &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/07/jalan-jalan-nyang-solo/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1636&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1643" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/cap-cuz.jpg"><img class="size-full wp-image-1643" title="Alun-Alun Surakarta" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/cap-cuz-e1325602447204.jpg?w=640" alt="Alun-Alun Surakarta"   /></a><p class="wp-caption-text">Alun-Alun Surakarta</p></div>
<p>Punya waktu cuma sehari tapi pengen jalan-jalan keluar dari Jogja? Pilihannya ya ke Solo, cukup satu jam numpak sepur Pramex. Jadilah saya, <a title="cita" href="http://twitter.com/#!/CitatiC" target="_blank">cita</a>, <a title="rusma" href="http://twitter.com/#!/rusmaa" target="_blank">rusma</a>, <a title="Tia" href="http://twitter.com/#!/TiaIfada" target="_blank">tia</a>, pinky, <a title="dhita" href="http://twitter.com/#!/dhita_pee" target="_blank">dhita</a>, esti, intan, bayu dan adnan dengan dress code hitam putih, kami berangkat pagi-pagi numpak Pramex dari Stasiun Lempuyangan dan turun di Stasiun Purwosari, trus nge-bis ke arah PGS.</p>
<p>Dari situ kita jalan-jalan ke Keraton Surakarta, Masjid Agung, Pasar Klewer, Kampung Batik Kauman, Alun-Alun, PGS, bahkan sempet mampir ke Museum Batik Danar Hadi dan Museum Radya Pustaka.</p>
<p>Keraton Surakarta meski punya sejarah leluhur yang sama dengan Keraton Yogyakarta. Tapi dalam beberapa hal ada yang berbeda. Tentunya yang memilih &#8220;mbedani&#8221; adalah Jogja. Keraton Surakarta didominasi oleh warna biru, sedangkan Keraton Yogyakarta didominasi warna hijau. Masuk ke Keraton Surakarta, lebih terasa Eropa, bisa dilihat dari beberapa patung yang khas Eropa. Yang unik adalah di halaman keraton ditimbun dengan pasir berwarna hitam yang konon katanya diangkut langsung dari Pantai Parangtritis-nya Jogja. Wow!</p>
<p>Ada beberapa foto yang dipasang di dinding. Meski kami tidak menyewa guide, untungnya pas kami datang ada serombongan studi tour anak-anak SMP yang menyewa guide, jadilah kami turut serta gratis di pasukan studi tour anak SMP (huehe!).</p>
<p>Sayangnya (menurut saya) informasi yang diberikan para guide terlalu umum dan dapat dibaca disemua buku panduan travelling, jadi tidak ada informasi yang unik, bahkan beberapa foto, malah saya lebih pandai menjelaskan nilai historisnya.</p>
<p>Lepas dari itu, jalan-jalan ke Solo menurut saya sangatlah menyenangkan. Solo itu lebih punya banyak makanan enak yang lebih murah dari Jogja lhooo.</p>
<p>Selain mengambil photo di beberapa sudut Jalan Slamet Riyadi, kita juga sempet nyobain ayam bakar &#8220;Ojo Gelo&#8221; yang ngetop gara-gara masuk acara kuliner di tipi.</p>
<p>&#8211;Selamat Jalan-Jalan&#8211;</p>
<a href="http://pacarkecilku.com/2012/01/07/jalan-jalan-nyang-solo/#gallery-3-slideshow">Click to view slideshow.</a>
<p>NB: kalo ngerasa lola (loading lambat) gara-gara mbuka photo nya. maaf, ada 45 photo yang saya pasang. Jadi, kalo koneksi internet anda lemot. mending ga usah mbuka. mesake ;p</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/journey/'>journey</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/jalan-jalan-nyang-solo/'>Jalan-Jalan nyang Solo</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/jawa-tengah/'>jawa tengah</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/kota/'>kota</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/puzzle/'>puzzle</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/sejarah/'>sejarah</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/trip/'>trip</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/wisata/'>wisata</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1636&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/07/jalan-jalan-nyang-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/cap-cuz-e1325602447204.jpg?w=109" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/cap-cuz-e1325602447204.jpg?w=109" medium="image">
			<media:title type="html">Alun-Alun Surakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/cap-cuz-e1325602447204.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Alun-Alun Surakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Review: Kembang Ilalang di Musim Hujan</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/05/review-kembang-ilalang-di-musim-hujan/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/05/review-kembang-ilalang-di-musim-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 04:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Kembang Ilalang di Musim Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Soemarso SR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1604</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Kembang Ilalang di Musim Hujan Penulis: Soemarso SR Penerbit: PT Balai Pustaka Tahun: 2003 Hlm: 321 ISBN: 979-690-110-2 Buku yang berlatarbelakang kehidupan desa pasca G30 S PKI ini bercerita tentang sisa-sisa gerakan tersebut yang mencoba bangkit melawan kekuasaan yang &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2012/01/05/review-kembang-ilalang-di-musim-hujan/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1604&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1608" class="wp-caption aligncenter" style="width: 212px"><a href="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/kembang-ilalang-di-musim-hujan1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1608" title="Kembang Ilalang di Musim Hujan" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/kembang-ilalang-di-musim-hujan1.jpg?w=202&#038;h=300" alt="Kembang Ilalang di Musim Hujan" width="202" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Kembang Ilalang di Musim Hujan</p></div>
<p><strong>Judul</strong>: Kembang Ilalang di Musim Hujan<br />
<strong>Penulis</strong>: Soemarso SR<br />
<strong>Penerbit</strong>: PT Balai Pustaka<br />
<strong>Tahun</strong>: 2003<br />
<strong>Hlm</strong>: 321<br />
<strong>ISBN</strong>: 979-690-110-2</p>
<p>Buku yang berlatarbelakang kehidupan desa pasca G30 S PKI ini bercerita tentang sisa-sisa gerakan tersebut yang mencoba bangkit melawan kekuasaan yang ada. Melalui organisasi tanpa bentuk yang disebut committee proyek. Dengan intrik, sabotase dan tentunya suap.</p>
<p>Novel ini bersetting kehidupan desa awal tahun 70-an. Belum ada jalan aspal, listrik, atau jamahan kehidupan modern yang lain. Namun, pamrih, kekuasaan dan intrik ternyata tak mengenal desa atau kota. Juga keyakinan, paham dan ideologi. Kembang ilalang bercerita tentang kekuasaan. Proses pencapaian, pelaksanaan, konsep yang dianut serta intrik yang menghadang. Namun, lebih daripada itu, novel ini bercerita tentang tokoh utama, Indras, dalam menemukan identitas pribadinya. Juga belitan cinta segi enamnya dengan Iis, Titik, Pak Baskoro, Marijo, dan Pak Carik. Masing-masing memakai topeng untuk menyembunyikan maksud sebenarnya.</p>
<p>Ilalang adalah tumbuhan yang tak dikehendaki orang, tetapi hanya ilalang yang mampu bertahan dalam kekeringan. Tanpa kemanjaan. Sementara tumbuhan lain telah mati atau meranggas, ilalang sanggup menahan terpaan hawa panas yang berkobar di musim kemarau panjang. Hamparan bunga ilalang di saat kerontang adalah cerminan kekukuhan, ketekunan, kesederhanaan, dan kemurnian. Indras adalah ilalang.</p>
<p>Buku ini saya temukan tergeletak di salah satu toko buku langganan. Jika suatu waktu anda melihatnya, saya yakin pendapat anda pun akan sama dengan saya, buku ini tidak menarik pada pandangan pertama. Bukunya khas Balai Pustaka, kurang apik dikemas, dengan sampul yang membosankan, padahal cerita dibuku ini begitu apik. Apalagi novel ini ber-setting sejarah, salah satu jalinan cerita yang saya sukai.</p>
<p>Novel yang dibagi dalam lima episode ini –-yang judul-judulnya diambil dari lakon-lakon pewayangan&#8211; menunjukkan kalau si penulis amat menyukai dunia pewayangan, dan akrab dengannya. Kerennya lagi, sekapur sirih buku ini ditulis oleh Taufiq Ismail. Jadi, bukankah itu artinya buku ini termasuk dalam definisi “sangat layak baca” bagi anda penyuka novel sejarah?</p>
<p>&#8211;Selamat Membaca&#8211;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/book/'>book</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/balai-pustaka/'>Balai Pustaka</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/buku/'>buku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/kembang-ilalang-di-musim-hujan/'>Kembang Ilalang di Musim Hujan</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/review/'>Review</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/soemarso-sr/'>Soemarso SR</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1604&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/05/review-kembang-ilalang-di-musim-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/kembang-ilalang-di-musim-hujan.jpg?w=101" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/kembang-ilalang-di-musim-hujan.jpg?w=101" medium="image">
			<media:title type="html">Kembang Ilalang di Musim Hujan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2012/01/kembang-ilalang-di-musim-hujan1.jpg?w=202" medium="image">
			<media:title type="html">Kembang Ilalang di Musim Hujan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Happy New Year 2012</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2012/01/01/happy-new-year-2012/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2012/01/01/happy-new-year-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 04:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[take a picture!]]></category>
		<category><![CDATA[Card]]></category>
		<category><![CDATA[Happy New Year 2012]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[puzzle]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1598</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: take a picture! Tagged: Card, Happy New Year 2012, pacarkecilku, puzzle, trip<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1598&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1600" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-7.jpg"><img class="size-full wp-image-1600" title="Happy New Year Card" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-7.jpg?w=640" alt="Happy New Year Card"   /></a><p class="wp-caption-text">Card from Jogja</p></div>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/take-a-picture/'>take a picture!</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/card/'>Card</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/happy-new-year-2012/'>Happy New Year 2012</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/puzzle/'>puzzle</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/trip/'>trip</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1598/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1598&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2012/01/01/happy-new-year-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-7.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-7.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Happy New Year Card</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Happy New Year Card</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Bencana</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2011/12/31/pelancong-kesedihan/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2011/12/31/pelancong-kesedihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 04:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[agus noor]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[pelancong kesedihan]]></category>
		<category><![CDATA[puzzle]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bencana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1578</guid>
		<description><![CDATA[Para pelancong mengunjungi kota kami untuk menyaksikan kepedihan. Mereka datang untuk menonton kota kami yang hancur. Kemunculan para pelancong itu membuat kesibukan tersendiri di kota kami. Biasanya kami duduk-duduk di gerbang kota memandangi para pelancong yang selalu muncul berombongan mengendarai &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2011/12/31/pelancong-kesedihan/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1578&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1579" class="wp-caption aligncenter" style="width: 544px"><a href="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-4.jpg"><img class="size-full wp-image-1579" title="Cangkringan 15 Nop 2010" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-4.jpg?w=640" alt="Cangkringan 15 Nop 2010"   /></a><p class="wp-caption-text">Cangkringan 15 Nop 2010</p></div>
<p>Para pelancong mengunjungi kota kami untuk menyaksikan kepedihan. Mereka datang untuk menonton kota kami yang hancur. Kemunculan para pelancong itu membuat kesibukan tersendiri di kota kami. Biasanya kami duduk-duduk di gerbang kota memandangi para pelancong yang selalu muncul berombongan mengendarai kuda, keledai, unta, permadani terbang, dan kuda sembrani. Mereka datang dari segala penjuru dunia. Dari negeri-negeri yang jauh gemerlap.</p>
<p>Di bawah langit senja yang kemerahan, kedatangan mereka selalu terlihat bagaikan siluet iring-iringan kalifah melintasi gurun perbatasan, membawa bermacam perbekalan piknik. Berkarung-karung gandum yang diangkut gerobak pedati, daging asap yang digantungkan di punuk unta terlihat bergoyang-goyang, roti kering yang disimpan dalam kaleng, botol-botol cuka dan saus, biskuit dan telur asin, rendang dalam rantang, dan berdus-dus mi instan yang kadang mereka bagikan kepada kami.</p>
<p>Penampilan para pelancong yang selalu riang membuat kami sedikit merasa terhibur. Kami menduga, para pelancong itu sepertinya telah bosan dengan hidup mereka yang sudah terlampau bahagia. Hidup yang selalu dipenuhi kebahagiaan ternyata bisa membosankan juga. Mungkin para pelancong itu tak tahu lagi bagaimana caranya menikmati hidup yang nyaman tentram tanpa kecemasan ditempat asal mereka. Karena itulah, mereka ramai-ramai piknik ke kota kami; menyaksikan bagaimana kami hidup dalam penderitaan. Kami menyukai cara mereka tertawa, saat mereka begitu gembira membangun tenda-tenda dan mengeluarkan perbekalan, lalu berfoto ramai-ramai di antara reruntuhan puing-puing kota kami.</p>
<p>Kami seperti menyaksikan rombongan sirkus yang datang untuk menghibur kami.</p>
<p>Kadang mereka mengajak kami berfoto. Dan kami harus tampak menyedihkan dalam foto-foto mereka. Karena memang untuk itulah mereka mengajak kami berfoto bersama. Mereka tak suka bila kami terlihat tak menderita. Mereka menyukai wajah kami yang keruh dengan kesedihan. Mata kami yang murung dan sayu. Sementara mereka &#8211;sembari berdiri dengan latar belakang puing-puing reruntuhan kota&#8211; berpose penuh gaya tersenyum saling peluk atau merentangkan tangan lebar-lebar. Mereka segera mencetak foto-foto itu, dan mengirimkannya dengan merpati-merpati pos ke alamat kerabat mereka yang belum sempat mengunjungi kota kami.</p>
<p>Belakangan kami pun tahu, kalau foto-foto itu kemudian dibuat kartu pos dan diperjualbelikan hingga ke negeri-negeri dongeng terjauh yang ada di balik pelangi. Pada kartu pos yang dikirimkannya itu, para pelancong yang sudah mengunjungi kota kami selalu menuliskan kalimat-kalimat penuh ketakjuban yang menyatakan betapa terpesonanya mereka saat menyaksikan kota kami perlahan-lahan runtuh dan lenyap. Mereka begitu gembira ketika melihat tanah yang tiba-tiba bergetar. Bagai ada naga menggeliat di ceruk bumi, atau seperti ketika kau merasakan kereta bawah tanah melintas menggemuruh dibawah kakimu. Betapa menggetarkan melihat pohon-pohon bertumbangan dan rumah-rumah roboh menjadi abu. Membuat hidup para pelancong yang selalu bahagia itu menjadi lengkap karena bisa menyaksikan segala sesuatu sirna begitu saja.</p>
<p>Bagi para pelancong itu, kota kami adalah kota paling menakjubkan yang pernah mereka saksikan. Mereka telah berkelana ke sudut-sudut dunia, menyaksikan beragam keajaiban di tiap kota. Mereka telah menyaksikan menar-menara gantung yang dibuat dari balok-balok es abadi, candi-candi megah yang disusun serupa tiara, dan menyaksikan seekor ayam emas bertengger di atas katedral tua sebuah kota yang selalu berkokok setiap pagi. Mereka juga telah melihat kota dengan kanal-kanal yang dialiri cahaya kebiru-biruan. Kepada kami para pelancong itu juga bercerita perihal kota kuno yang berdiri di atas danau bening, dengan rumah-rumah yang beranda-berandanya saling bertumpukan, dan jalan-jalannya yang menyusur dinding-dinding menghadap air, hingga menyerupai kota yang dibangun diatas cermin; kota dengan jalan layang menyerupai jejalin benang laba-laba; sebuah kota yang menyerupai benteng di ujung sebuah teluk, dengan jendela-jendela dan pintu-pintu yang selalu tertutup menyerupai gelap anggur dan hanya bisa dilihat ketika senjakala. Bahkan mereka bersumpah telah mendatangi kota yang hanya bisa ditemui dalam imajinasi seorang pengarang. Tapi kota kami, menurut mereka, adalah kota paling ajaib yang pernah mereka kunjungi.</p>
<p>***</p>
<p>Bila kau merencanakan liburan akhir pekan &#8211;dan kau sudah bosan piknik ke kota-kota besar dunia yang megah dan gemerlap&#8211; ada baiknya kau berkunjung ke kota kami. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan penderitaan kami. Mungkin itu bisa membuatmu sedikit terhibur dan gembira. Berwisatalah ke kota kami. Jangan khawatir, kami pasti akan menyambut kedatanganmu dengan kalungan bunga air mata.</p>
<div id="attachment_1580" class="wp-caption aligncenter" style="width: 548px"><a href="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-3.jpg"><img class="size-full wp-image-1580" title="Cangkringan 15 Nop 2010" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-3.jpg?w=640" alt="Cangkringan 15 Nop 2010"   /></a><p class="wp-caption-text">Cangkringan 15 Nop 2010</p></div>
<p>*diambil dari Cerpen &#8220;Pelancong Kepedihan&#8221;, karya Agus Noor.<br />
**foto diambil dalam rangka tugas kantor</p>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/book/'>book</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/agus-noor/'>agus noor</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/buku/'>buku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pelancong-kesedihan/'>pelancong kesedihan</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/puzzle/'>puzzle</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/wisata-bencana/'>wisata bencana</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1578&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2011/12/31/pelancong-kesedihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-3.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Cangkringan 15 Nop 2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cangkringan 15 Nop 2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/untitled-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cangkringan 15 Nop 2010</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Review: Kembang Gunung Purei</title>
		<link>http://pacarkecilku.com/2011/12/29/review-kembang-gunung-purei/</link>
		<comments>http://pacarkecilku.com/2011/12/29/review-kembang-gunung-purei/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 04:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pacarkecilku</dc:creator>
				<category><![CDATA[book]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kembang gunung purei]]></category>
		<category><![CDATA[Lan Fang]]></category>
		<category><![CDATA[pacarkecilku]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacarkecilku.wordpress.com/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Kembang Gunung Purei Penulis: Lan Fang Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2005 Hlm: 227 ISBN: 979-22-1295-7 Cerita diawali dengan kisah Nanang Syam, seorang pria kota yang gila kerja. Kecerdasan dan kemudaannya membuat karirnya melambung begitu cepat dari seorang &#8230; <a class="more-link" href="http://pacarkecilku.com/2011/12/29/review-kembang-gunung-purei/">Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1550&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1551" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/kembang-gunung-purei.jpg"><img class="size-full wp-image-1551" title="Kembang Gunung Purei" src="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/kembang-gunung-purei-e1325152738489.jpg?w=640" alt="Kembang Gunung Purei"   /></a><p class="wp-caption-text">Kembang Gunung Purei</p></div>
<p><strong>Judul</strong>: Kembang Gunung Purei<br />
<strong>Penulis</strong>: Lan Fang<br />
<strong>Penerbit</strong>: PT Gramedia Pustaka Utama<br />
<strong>Tahun</strong>: 2005<br />
<strong>Hlm</strong>: 227<br />
<strong>ISBN</strong>: 979-22-1295-7</p>
<p>Cerita diawali dengan kisah Nanang Syam, seorang pria kota yang gila kerja. Kecerdasan dan kemudaannya membuat karirnya melambung begitu cepat dari seorang karyawan kemudian dipercayai menjadi area manager untuk wilayah penebangan Hutan Bumban.</p>
<p>Pekerjaan ini pula yang kemudian menjadi penghambat pernikahannya dengan Ida, gadis kota yang sudah beberapa tahun menjadi tunangannya. Ida adalah gadis yang memiliki segalanya. Cantik, muda, kaya, cerdas, pandai bergaul, dan sangat menikmati hidup. Tentu saja, dengan semua hal yang dia miliki, Ida menolak ajakan Nanang untuk tinggal di dalam rumah bedeng di sawmill camp di tengah hutan di Jelapat.</p>
<p>Sebagai head project sebenarnya Nanang mendapatkan fasilitas rumah dinas di tengah kota di Banjarmasin, akan tetapi Nanang lebih memilih tinggal di sawmill camp. Nanang memang tipikal lelaki berdedikasi tinggi yang selalu berusaha untuk terjun langsung ke area penebangan Hutan Bumban untuk mencari kayu kualitas terbaik.</p>
<p>Perpisahan Nanang dengan Ida menimbulkan depresi tersendiri dihati Nanang. Depresi ini menenggelamkan Nanang menjadi pria yang workaholic. Hingga suatu ketika, sebuah kecelakaan terjadi. Tangan kanan Nanang terpotong salah satu mesin penebang pohon. Kecelakaan ini juga mengakibatkan hubungan Nanang dengan Ida makin jauh, bahkan juga hubungan Nanang dengan keluarganya sendiri. Nanang jarang sekali pulang ke rumahnya dan lebih suka menghabiskan hari-harinya di pedalaman Hutan Bumban daripada ke kota. Hubungan mereka berakhir ketika Ida mengembalikan cincin pertunangan mereka.</p>
<p>Didalam kegilaan kerja di Hutan Bumban inilah kemudian Nanang mengenal Bua, kembang Gunung Purei. Gadis berdarah Dayak Ngaju ini dengan Ineen-nya (ibunya) tiap hari berjualan kopi diatas gethek di log pond. Bua adalah gadis tercantik didusunnya di Gunung Purei. Kecantikannya membuat banyak pria datang melamarnya. Termasuk salah seorang putra Demang, Pue datang melamarnya. Tapi Bua menolaknya. Penolakan Bua menimbulkan kemarahan dan kutukan dari Demang. Ditambah kematian Ummaq (ayah) Bua yang dipercayai keluarga Bua adalah hasil ilmu hitam Demang menimbulkan konflik yang jauh lebih tinggi. Demang mengutuk bahwa Bua akan menjadi perawan tua seumur hidup. Jue sendiri mengutuk bahwa laki-laki yang akan menikah dengan Bua akan mati secara tragis.</p>
<p>Witing tresno jalaran seko kulino. Perjumpaan setiap hari ini melahirkan cinta, dan Nanang pun pada akhirnya melamar Bua. Akan tetapi kecelakaan yang dialami oleh Ida, mantan kekasih Nanang, membuat Nanang harus kembali ke kota dan membantu pemulihan psikis-nya. Disatu sisi, Nanang masih menyimpan rasa terhadap Ida. Tetapi disisi lain, Nanang juga amat mengasihi Bua, yang telah mengandung anaknya.</p>
<p>Konflik dengan cerita-cerita khas dayak seperti cerita buluh perindu pun tak lupa ditambahkan dinovel ini oleh si penulis. Beberapa konflik sangat umum terjadi disekitar kita. Bagaimana terkadang, kita, sebagai orang luar dari suku Dayak memiliki persepsi tertentu antara suku Dayak dengan kepercayaan mereka dan ilmu-ilmu gaib tertentu. Prasangka yang kemudian berubah menjadi stigma negatif diceritakan dengan runut oleh penulis agar kita paham bahwa perbedaan harusnya dipahami dengan cara yang jauh lebih arif lagi.</p>
<p>Buku ini ditutup dengan sebuah pilihan yang harus dibuat oleh Nanang, apakah dia akan memilih bersama Ida, gadis yang amat dicintainya, atau memilih bersama Bua, gadis Dayak Ngaju yang dikasihinya dan bersama-sama menanggung kutukan dari Demang dan Jue?</p>
<p>-Selamat Membaca-</p>
<blockquote><p><strong>Note</strong>: Buku ini saya temukan semalam, didalam almari buku. Baru ngeh kalo ternyata ditulis oleh Lan Fang. Salah seorang penulis Indonesia yang baru saja meninggal kemarin, 25 Desember 2011 karena kanker hati. Lan Fang terkenal dengan bukunya berjudul Perempuan Kembang Jepun. Sempat berkonflik dengan Hanung Bramantyo yang memfilmkan bukunya berjudul tanda tanya menjadi film ?.</p>
<p>Kembang Gunung Purei menjadi Pemenang Penghargaan Lomba Novel Femina 2003. Buku ini sendiri ditulis selama lima tahun. Diperuntukkan bagi almarhum neneknya, bagian tengah hingga akhir dari buku ini ditulis pada malam-malam Lan Fang menunggui neneknya di RS menjelang kematian neneknya.</p>
<p>Lan Fang dikenal sebagai seorang penulis yang rendah hati dan berdedikasi. Rela menjadi pembicara dibanyak tempat, bahkan tanpa dibayar. Lan Fang aktif membimbing para pelajar dalam berbagai penulisan kreatif. Secara rutin, ia menularkan kemampuan menulis fiksi kepada pelajar di berbagai sekolah di Surabaya.</p>
<p>Meski saya membeli buku ini di Jogja, bahkan disebuah obral buku. Buku ini sudah mengikuti saya berkeliling Balikpapan dan Samarinda =).</p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://pacarkecilku.com/category/book/'>book</a> Tagged: <a href='http://pacarkecilku.com/tag/buku/'>buku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/kembang-gunung-purei/'>kembang gunung purei</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/lan-fang/'>Lan Fang</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/pacarkecilku/'>pacarkecilku</a>, <a href='http://pacarkecilku.com/tag/review/'>Review</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacarkecilku.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacarkecilku.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacarkecilku.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacarkecilku.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pacarkecilku.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pacarkecilku.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pacarkecilku.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pacarkecilku.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacarkecilku.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacarkecilku.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacarkecilku.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacarkecilku.wordpress.com/1550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacarkecilku.wordpress.com/1550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacarkecilku.wordpress.com/1550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacarkecilku.com&amp;blog=13754379&amp;post=1550&amp;subd=pacarkecilku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacarkecilku.com/2011/12/29/review-kembang-gunung-purei/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/kembang-gunung-purei-e1325152738489.jpg?w=91" />
		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/kembang-gunung-purei-e1325152738489.jpg?w=91" medium="image">
			<media:title type="html">Kembang Gunung Purei</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee1a4fb5159f8df86832ecd7f37a6d98?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pacarkecilku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacarkecilku.files.wordpress.com/2011/12/kembang-gunung-purei-e1325152738489.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kembang Gunung Purei</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
