Filed under notes …
Travelling and Me
Beberapa tahun ini travelling menjadi sebuah gaya hidup. Lihat saja bagaimana semua blog menulisnya. Beberapa traveller writer mendadak menjadi seleb. Buku mereka menjadi selaris kacang goreng. Dan tiba-tiba, hampir setiap murid saya berpindah haluan cita-cita menjadi pembaca acara “jalan-jalan”. Beruntungnya, pekerjaan saya membawa saya mengunjungi banyak tempat baru. Dalam sebulan, saya bisa empat kali melakukan … Continue reading »
It’s November, honey!
November telah datang. Hujan setiap pagi telah membangunkan bunga-bunga untuk mekar. Melarutkan debu-debu dalam belaian embun. Menyisakan halaman rumah yang ranum oleh aroma tanah. Dan membiarkan sisa hujan semalam, menggigilkan kita dalam pelukan rindu. Siapa yang tak jatuh cinta pada November? Dia yang telah menyampaikan rindu-rindumu pada kuncup bunga, pada aroma tanah, dan menjadikan hujan … Continue reading »
NASIONAL|IS|ME; kembali belajar mencintai
“…untuk negeriku Indonesia, yang dengan sedih aku cinta”. (Ayu Utami) Beberapa waktu yang lalu, saya mengantar seorang teman dari negeri tetangga berjalan-jalan di kota ini, Jogja. Padanya saya menunjukkan banyak tempat yang dulu tak saya temukan di Negerinya. Tentu saja, tak pernah benar-benar berbeda. Toh, sebagai Negara tetangga, kita punya iklim yang sama, punya bahasa … Continue reading »
tentang kemarin
Saya paham sekali bahwa rasa kasihan jauh lebih berbahaya daripada rasa cinta. Rasa cinta bisa berubah menjadi benci. Tetapi rasa kasihan selalu melekat dalam bentuk “kasih dan sayang”. Pada akhirnya, rasa kasihan-lah yang selalu membuat hati menjadi tidak tegas, plin plan, menjadi tidak tega meninggalkan dan mengecewakan. Sebuah rasa yang menjebak kita untuk selalu menghibur … Continue reading »
ketika sebuah gambar dibaca
Ada pada sebuah masa, saya merasa sebuah gambar dapat mewakili banyak cerita. Saya ingat sekali, dulu saya sempat tinggal di Bulungan, Pati bersama teman-teman kampus untuk mengikuti sebuah penelitian antropologi. Kami berlomba-lomba mengambil foto sebanyak-banyaknya, dan menjelang tidur, kami duduk berdiskusi mencoba menerjemahkan sebuah foto dalam banyak perspektif. makna semiotik, begitu biasanya disebut. Kebiasaan itu … Continue reading »
Kiriman dari Rumah
Bapak saya itu memang “unik”. Bagaimana tidak, jauh-jauh dari Lampung mengirimkan dua kardus besar berisi 25 buah duren! Saya yakin mengirim duren bukan perkara mudah. Hampir semua tempat pengiriman pasti menolaknya. Aroma khas duren yang menyengat, memang membuat puyeng. Bukan itu saja, ukuran dan berat, pastinya juga mempengaruhi. Saya saja juga ga ngerti gimana cara … Continue reading »
Merapi; pada suatu pagi
Setiap saya terbang, entah itu dari atau ke Jogja. Merapi menjadi titik tolak setiap perjalanan saya. Seperti pagi itu, saat pesawat yang saya naiki mulai terbang, maka Merapi yang tadinya terlihat besar (dan dekat) perlahan-lahan mulai mengecil dan hilang. Sebaliknya, saat saya terbang dari kota lain dan menuju Jogja, jika Merapi telah nampak, maka yang … Continue reading »
Chatsworth Road; sebuah catatan.
Minggu bergerimis di Chatsworth Road. Pagi menunjukkan 08.30 waktu setempat. Jalanan masih lengang. Beberapa warga lokal terlihat asyik ber- jogging. Saya sedang berdiri di taxi stand ketika seorang perempuan muda yang belum genap berusia 20 tahun turun dari sebuah taxi. Nampak bingung dan serba terburu-buru. “Pasti dia baru saja kabur”, kata teman saya. Yap, benar. … Continue reading »
Join Us!
mangan ora mangan…ngeJazz!
Nonton yuks?
Garasi Enterprise dari Teater Garasi Yogyakarta menggelar pertunjukkan bertajuk “Jogja Broadway” di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 6 hingga 16 Januari 2011.
if life throws you Lemons
sudah seminggu ini, setelah saya pulang ke Jogja. Entah kenapa, di sepanjang jalan yang saya lalui menuju ke kantor. tiba-tiba, banyak penjual jeruk dadakan di sepanjang jalan. jujur, sebenarnya saya tidak begitu suka jeruk. tapi aroma jeruk yang khas, bercampur wangi tanah sehabis hujan benar-benar menimbulkan sensasi tersendiri di ingatan saya. kau pasti mengerti kan? … Continue reading »
Seorang Teman
Apakah yang disebut seorang teman? Saya akan mengatakannya Ia adalah seorang yang memberi kamu keberanian Dalam menampilkan diri apa adanya Jiwamu bebas telanjang bersamanya Dia meminta kamu agar tidak berbaju dengannya Hanya jadilah dirimu adanya Ia tidak ingin kamu lebih bahagia atau sedih Jika kamu bersamanya Kamu adalah seorang pidana yang telah dinyatakan bebas Kamu … Continue reading »
Tahun Baru
Seseorang pernah bertanya padaku, dialamatkan kepada siapakah setiap puisi yang kutulis? Bagaimana jika kujawab, kepadamulah setiap puisi ini dialamatkan. Hanya saja aku tak (pernah) punya cukup keberanian untuk mengirimkannya padamu. Jadi, aku berdoa. Tahun Baru ini, semoga aku punya banyak stock keberanian untuk mengirimkannya padamu.yah, semoga saja… Belakang Gereja, 1 Januari 2011
Halusinasi
Obat. Kau pasti mengerti. bagaimana ia meracuni darah dan kemudian otak. Secara perlahan, ia membuatmu terus menerus melayang.jauh dari kesadaran.kemudian, kau tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang sebenarnya cuma ada di dalam pikiranmu.dan pada titik akhir, kau berhalusinasi.merasakan hal-hal yang mungkin tidak pernah ada.melihat hal-hal yang sebenarnya tidak pernah nyata. Terkadang, saat … Continue reading »
Cinta Lama Bersemi Kembali
Setiap manusia memiliki mimpi. Ada yang mengejar dan mewujudkannya. Ada yang mundur dan membuangnya. Ada pula yang diam dan hanya menyimpannya, sepanjang sisa hidupnya. Kata-kata di atas muncul dalam salah satu scene film yang saya tonton. Sebuah film yang bercerita tentang cinta yang tak sampai. Klise. Si pemeran utama jatuh cinta. Tepatnya, saling mencintai. Tapi … Continue reading »
Brain Juice
Baru-baru ini, saya dijadikan sebagai objek penelitian oleh teman saya. Otak saya (yang memang tidak pernah terlalu pintar) diteliti dengan metode WAIS dan APM. Kalo anda tidak mengerti metode apa itu, saya jawab: “sama!”. Saya pun tidak tahu apa maksudnya. Hari itu, saya pergi ke psikologi UGM. Dan “kebagian” seorang lelaki yang menginterogasiku dengan banyak … Continue reading »
Rumah Kita Dipenuhi Cinta
Rumah Kita Penuh Cinta* rumah kita dipenuhi cinta ikat-ikat jagung di lelangit gerumbul padi di lumbung juga tumpukan kayu-kayu tak ada cerobong, tapi asap dapur berkepul senantiasa air yang cukup tersimpan di gentong pelepas haus ketika kita rindu bertemu, rindu bertemu… anugerah ini, seperti tatap matamu yang menyimpan berjuta kerindangan tak henti-hentinya mengalirkan zikir hakiki. … Continue reading »
Masuk Surga
Percakapan ini terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari. Berseting pinggir kali Code, Yogyakarta. Diperankan oleh empat ”mahluk” , dimana semuanya adalah tokoh ”antagonis”. Sambil menikmati kopi panas dan roti bakar rasa coklat. Dan tentu saja diiringi nyanyian pengamen jalanan. Percakapan pun bergulir. ”gw pingin masuk surga?”, kata mahluk pertama, yang bernama Wawan. ”kalo gitu bertobatlah!”, … Continue reading »