[Notes] Patung Gatotkaca Seraya Bali


Patung Gatotkaca Seraya yang berada di pertigaan Tuban ini merupakan salah satu patung yang tak luput dari kamera saya. Ini adalah patung yang hampir tiap hari saya lewati pas di Bali. Patung ini tidak jauh dari hotel tempat saya menginap. Jadi, ya wajib dihapalkan sebagai jalan pulang.

Patung ini berada di antara Ngurah Rai bypass dengan bandara Ngurah Rai. Meski bernama keren Patung Gatotkaca, anehnya warga lokal dan supir taksi lebih sering menyebutnya dengan Patung Kuda. Nyahaha!

Patung Gatotkaca Seraya Tuban Bali

Patung Gatotkaca Seraya Tuban Bali

Kadang di malam hari, saya sering duduk di atas motor sambil melihat patung ini. Di sekeliling patung ini, kalo malam hari ternyata banyak lho muda mudi yang pacaran disana. Nyeeehhh! Ga okeh banget khan, kalo aku motret sambil ganggu pasangan yang lagi ber-asyik masyuk ;-)

Tahu kenapa Bali menyenangkan? karena disana ada banyak patung keren ;-) Salah satunya patung ini. Pembuat patung ini adalah I Wayan Winten, orang yang sama dengan yang membuat Patung Dewaruci di simpang siur.

Saya kurang tau juga alasan kenapa dipilihnya setting cerita Gatotkaca Seraya. Cerita ini bersetting padang Kurusetra, bagian dari kisah Mahabarata yang sangat terkenal bagi umat Hindu.

Patung Gatotkaca Seraya Tuban Bali

Patung Gatotkaca Seraya Tuban Bali

Ada 2 kereta perang yang sangat terkenal. Pertama, milik Pandawa dengan ksatria Arjuna dan kusir Krishna (titisan Wisnu). Kereta kedua adalah kereta perang milik Karna dengan kusir Prabu Salya.

Seperti diketahui, Karna sesungguhnya adalah kakak dari Pandawa. Dia adalah putra Kunti dari ayah yang berbeda dari Pandawa. Itu sebabnya dia dibuang oleh Ibunya, dilarung di sungai Gangga, dan ditemukan oleh pasangan kusir dari Kerajaan Hastina.

Karna sendiri mengalami kisah masa kecil yang memilukan, dihina sebagai anak kusir oleh Pendawa. Kebaikan Duryodana (Kurawa) lah yang membuat Karna begitu loyal pada Kurawa, meski di akhir kisah Karna baru sadar jika dia juga putra Kunti.

Begitu pula dengan Prabu Salya yang menjadi kusir kereta Karna. Dia adalah raja besar yang bersumpah setia pada Hastina. Sumpah ini juga yang akhirnya membuat dia harus loyal pada Kurawa, meski hati memihak pada Pandawa.

Pertemuan antara kedua kereta perang inilah yang biasanya paling banyak di abadikan dalam lukisan.

Kisah Gatotkaca Seraya merupakan bagian kecil dari kisah panjang Mahabarata. Gatotkaca adalah putra Bima dari Arimbi. Arimbi sendiri adalah seorang raksasa wanita yang jatuh cinta pada Bima –putra kedua dari keluarga Pandawa– . Mereka bertemu saat Pandawa hidup dalam pengasingan selama 12 tahun di hutan.

Sewaktu Gatotkaca lahir, tali pusarnya tidak dapat dipotong oleh senjata biasa, harus pusaka yang sangat sakti, yaitu Panah Kuntawijaya.

Panah Kuntawijaya, saat itu terbagi dua, anak panahnya dimiliki oleh Adipati Karna, sedangkan sarung pusakanya dimiliki oleh Arjuna. Ternyata sarung pusaka panah Kuntawijaya yang terbuat dari Kayu Mastaba inilah, yang dapat memotong tali pusar jabang bayi Gatotkaca.

Begitu tali pusar terpotong, sarung pusaka panah Kuntawijaya tersebut pun langsung masuk merasuk dalam tubuh bayi Gatotkaca.

Dan begitulah suratan takdir yang ditulis oleh Dewata, setiap anak panah akan mencari warangka-nya, sarung-nya, senjata yang dapat memotong tali pusar Gatotkaca adalah satu-satunya senjata yang dapat membunuhnya.

Hingga kemudian Gatotkaca harus bertemu dengan Adipati Karna di padang Kurusetra, sebuah perang tanding. Tentu saja, Gatotkaca dapat terbang tinggi ke atas mega, tapi Kotang Antakusuma-nya yang bercahaya keemasan tentu saja tetap bersinar meski di malam hari, sehingga mudahlah bagi Karna untuk melepaskan panahnya ke langit, tepat menancap ke pusar Gatotkaca. Dan matilah Gatotkaca, putra perkasa dari Bima. Keponakan kandung dari Karna sendiri.

Patung Gatotkaca Seraya Tuban Bali

Patung Gatotkaca Seraya Tuban Bali

Pas saya kecil, setauku cerita ini sangat populer di kalangan anak-anak, entah sekarang. Semoga anak jaman sekarang tetap punya ayah ataupun ibu yang bisa menceritakan dongeng indah ini sebelum tidur.

Anda mungkin salah satunya? ;-)

Tulisan Terbaru:

About these ads

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,687 other followers

%d bloggers like this: