[Trip] Jalan-Jalan Malam ke GWK


Semua orang yang pernah ke Bali, pasti pernah “mampir” ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park atau yang biasanya disebut GWK. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya teman yang memamerkan photo mereka berpose di GWK dan memasangnya di pesbuk ataupun twitter ;-)

Kebetulan kali ini, hotel tempat saya menginap terletak di Kuta, jadi saya putuskan usai check in, saya pun langsung melaju ke GWK untuk  menonton tari kecak. Tiket masuk GWK terakhir saya ke sana sebesar 30ribu rupiah per orang, harganya bisa jauh lebih murah kalo kita datang sebagai  rombongan.

pintu masuk ke GWK

pintu masuk ke GWK

Selesai menonton tari kecak, iseng-iseng saya jalan-jalan ke Wisnu Plaza dan ambil beberapa photo. Nyeeehhh meski saya sudah beberapa kali datang ke tempat ini, tapi ini adalah pertama kali-nya saya mblusukkan malam-malam di tempat ini, sendirian! ;-)

suasana GWK di malam hari

suasana GWK di malam hari

Beruntungnya, pas malam saya datang, saya bertemu dengan anak-anak SMA Pekalongan yang sedang studi tour, jadi nyaaa rameeeee! ;-)

suasana di GWK

suasana di GWK

GWK ini terletak di bagian selatan Pulau Bali, jaraknya ga terlalu jauh dari Denpasar atau Kuta, cukup lewat Ngurah Rai bypass ke arah bandara, lalu melewati kampus Udayana, nah GWK terletak ga jauh dari kampus Udayana, tepatnya di bukit Unggasan.

Areal Garuda Wisnu Kencana Cultural Park yang terletak di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut membuat tempat ini menjadi lokasi yang tepat untuk mendapatkan view yang keren!

Patung Wisnu

Patung Wisnu

Patung Wisnu

Patung Wisnu

Patung Wisnu, sebagai titik pusat dari Wisnu Plaza, dikelilingi oleh air mancur dan air sumur suci di dekatnya yang katanya tidak pernah kering bahkan pada musim kemarau.

Lokasinya yang berada di tanah tinggi (di atas bukit) tapi memiliki sumber air yang tak pernah kering meski di musim kemarau ini diyakini warga lokal sebagai tempat yang suci.

Karena itu Parahyangan Somaka Giri yang terletak di sebelah patung Wisnu, dipercaya oleh warga lokal sebagai tempat dengan kekuatan magis yang kuat untuk menyembuhkan penyakit dan meminta hujan.

Seingat saya, di pura tempat air sumur suci ini juga digunakan untuk memuja Dewi Gangga, yang identik dengan kesuburan.

pure suci di samping Patung Wisnu

pure suci di samping Patung Wisnu

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, di areal Garuda Wisnu Kencana Cultural Park ini, direncanakan akan berdiri patung Dewa Wisnu berukuran raksasa yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter, jika ini sudah terwujud, konon patung ini bakal jadi patung yang lebih besar dari Patung Liberty, keren yaks!

Patung Garuda

Patung Garuda di malam hari

Patung Garuda

Patung Garuda di siang hari

Pernah ngebayangin ga, bakal ada patung setinggi 75 meter dan terletak diatas bukit dengan ketinggian 263 meter di atas permukaan laut. So nantinya GWK bakal terlihat dari radius 20 km, kira-kira ya bakal terlihat dari Kuta, Sanur, dan Nusa Dua. Tapi kapan yaks? ;-)

Sayangnya, setelah berkali-kali datang ke GWK, patung-patung ini belum juga selesai. Info terakhir kedua tangan Patung Wisnu sedang dalam proses pembuatan.

Meski begitu, kita semua sangat men-support agar I Nyoman Nuarta –seniman dan arsitek utama pembuatan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park– agar segera menyelesaikan pembuatan patung ini. Rasanya dah ga sabar pingin ngelihat hasil akhirnya ;-)

Bali Art Market

Bali Art Market

Setelah lelah berkeliling, menuju pintu keluar saya melewati tempat penjualan beberapa souvenir khas GWK. Berhubung saya tidak ingin berbelanja, saya pun melaju langsung ke kantin dekat tempat parkir, untuk sekedar duduk menunggu jemputan.

Dari kantin ini, pemandangan sekeliling bukit Unggasan di kala malam jadi mengingatkan saya pada pemandangan bukit Bintang di Jogja. Sambil menunggu jemputan, saya pun menikmati malam penuh bintang di GWK lewat teropong yang koinnya bisa ditukarkan di kantin sebelahnya. Haisshhh, Bali is so romantic ;-)

–Selamat Jalan-Jalan–

Tulisan Terbaru:

About these ads

4 comments

  1. Hemmm
    Teteuppp ujung-ujunge Bali wae nang Jogja taa…? :P

    1. nek aku, pulang ke Lampung weeeee….. ;P

  2. ksna sih blm prnh, tp prnh nulis review’a d web. hehe :mrgreen:

    1. saya sudah beberapa kali ke sana. Malah selalu kesana tiap singgah di Bali. Tapi baru kali ini sempat menuliskannya ;-)

monggo silahkan nyinyir disini ;-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,688 other followers

%d bloggers like this: